Hadiri Rakorwil Papua Barat, Muhammad Kasuba Ingatkan Prinsip Dasar Landasan Kerja PKS

Manokwari -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Dakwah Indonesia Timur Muhammad Kasuba hadir sebagai pemateri sekaligus pembuka acara Rakorwil DPW PKS Provinsi Papua Barat yang digelar di Hotel Valdos, Wosi, Sabtu (08/02/2020).

Dalam sambutannya, Muhammad Kasuba, menyampaikan ada empat prinsip dasar yang dijadikan sebagai landasan kerja PKS.

“Prinsip Moralitas,aspek spiritual dan akhlak kader sebagai modal untuk perjuangan yang akan semakin berat dan panjang. PKS bekerja atas landasan prinsip dasar unt membangun landasan spiritual yang kokoh, sehinggga seluruh kader mampu bekerja di mana saja dengan beban yang semakin berat tersebut,” ungkapnya.

Landasan kedua, organisasi yang rapi, kerja-kerja yang efektif agar segala manajerial yang dibutuhkan bisa tertata dengan rapi. Sehingga dihasilkan manajemen yang paripurna, serta dapat menghasilkan tertib pekerjaan strukturak yang baik pula.

Pada Pemilu 2019 PKS telah menetapkan diri sebagai oposisi yang konstruktif dan penyeimbang bagi pemerintah. Posisi ini dimaksudkan guna menjadi check and balances akan kebijakan pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Polemik-polemik sperti pencabutan subsidi BPJS dan tabung elpiji 3 kg yang menyengsarajan masyarakat, harus dikritisi. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan amanah undang-undang,” papar Muhammad Kasuba.

Selain itu, hadirnya PKS di tengah masyarakat sebagai wujud realisasi janji-janji PKS pada masa kampanye pemilu 2019. Muhammad Kasuba menghimbau seluruh anggota legislative PKS untuk berjuang merealisasikan janji kampanye yang telah dibuat.

Ketiga, PKS adalah partai yang juga konsisten dengan nilai-nilai pancasila dan UUD 45. Tidak ada satupun program ataupun nilai dalam diri PKS yang bertentangan atau menciderai nilai-nilai Pancasila dan UUD 45.

Muhammad Kasuba kembali mengingatkan seluruh jajaran pengurus dari tingkat DPW, DPD hingga DPRa, bahwa tahun 2020 merupakan tahun rekruitmen. Untuk wilayah Papua Barat, mendapat target 2500 anggota baru yang didapat dari seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Papua Barat.