Datang Langsung ke Pangkalpinang, Sekjen PKS: Kita All Out Menangkan Basit–Dede!

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid bersama peserta konsolidasi di Pangkalpinang. (PKSFoto/Alris)
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid bersama peserta konsolidasi di Pangkalpinang. (PKSFoto/Alris)

PANGKALPINANG — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan komitmen total dalam memenangkan pasangan Basit Cinda dan Dede Purnama di Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang. Untuk memperkuat militansi kader dan memastikan kesiapan mesin partai, Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, hadir langsung dalam konsolidasi akbar yang digelar di Ballroom Hotel Gran Safran, di Pangkalpinang, Sabtu (26/7/2025).

Dalam konsolidasi yang dihadiri ratusan kader dari berbagai tingkatan struktur, termasuk pasangan calon Basit–Dede, Kholid menegaskan bahwa seluruh elemen partai harus bergerak all out demi kemenangan. Suasana penuh semangat itu dipenuhi yel-yel kemenangan dari para kader: “Basit–Dede menang, menang, menang!” yang menggema di seluruh ruangan. Konsolidasi tersebut ditutup dengan deklarasi dukungan dan kebulatan tekad kader PKS untuk memenangkan Basit–Dede dengan cara yang bersih, disiplin, dan bermartabat.

Dalam sambutannya, Kholid menggarisbawahi bahwa politik bagi PKS bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, tetapi merupakan jalan dakwah, pelayanan, dan perbaikan. Pilkada adalah sarana menghadirkan keadilan dan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, Pilkada Ulang Pangkalpinang harus berlangsung secara adil, damai, dan dengan partisipasi pemilih yang tinggi. Gerakan kader PKS bukan hanya untuk memenangkan pasangan calon, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kesadaran politik dan keikutsertaan warga dalam menggunakan hak pilihnya.

Pasangan Basit–Dede diusung dengan visi “Pangkalpinang Pacak Berbenah”, sebuah ajakan kolektif untuk menjadikan kota ini mampu dan siap memperbaiki diri secara menyeluruh. Kata “Pacak” dalam bahasa lokal berarti mampu, sanggup, dan siap, sementara “Berbenah” mencerminkan semangat memperbaiki dari hulu ke hilir, baik dari sisi pelayanan publik, birokrasi, hingga ruang hidup masyarakat. Visi ini menurut Kholid sangat sejalan dengan semangat perjuangan PKS yang mengedepankan pemberdayaan rakyat, tata kelola yang transparan, partisipatif, serta peningkatan kualitas hidup dari sisi ekonomi, sosial, dan spiritual.

Lebih lanjut, Kholid juga menjelaskan alasan PKS menaruh harapan besar pada pasangan Basit–Dede. Keduanya memiliki rekam jejak yang baik, dikenal bersih, merakyat, dan memahami karakter serta kebutuhan masyarakat Pangkalpinang. Kombinasi kepemimpinan mereka dinilai kuat dan tegas namun dekat dengan rakyat. Komitmen mereka juga sejalan dengan nilai-nilai perjuangan PKS: antikorupsi, berpihak kepada rakyat kecil, dan terbuka terhadap kritik demi perbaikan.

Untuk mengoptimalkan strategi pemenangan, Sekjen PKS menginstruksikan kepada seluruh struktur partai—dari DPD, DPC, DPRa hingga simpatisan—untuk bergerak cepat dan solid. Ia menekankan pentingnya kader hadir sebagai penyambung lidah rakyat, penjelas gagasan pasangan Basit–Dede, sekaligus penjaga marwah politik yang santun dan cerdas. Kader PKS juga didorong untuk aktif memanfaatkan media sosial dan berbagai ruang publik untuk membangun narasi perubahan dan menyosialisasikan visi

“Pangkalpinanh Pacak Berbenah”. Kholid menekankan bahwa keterlibatan tidak boleh hanya saat masa kampanye, tapi harus dimulai dari sekarang melalui kerja-kerja riil dan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih jauh, Kholid menegaskan bahwa kemenangan Basit–Dede harus diraih dengan cara yang halal dan bermartabat. PKS menolak praktik politik uang, fitnah, dan segala bentuk kecurangan. Ia menekankan pentingnya membangun koalisi rakyat, bukan hanya koalisi elite, serta menjual gagasan, bukan janji kosong.

“Jangan takut kalah karena jujur. Takutlah menang karena curang. Kita ingin kemenangan yang bersih, pemimpin yang amanah, dan perubahan yang nyata,” tegasnya.

Dengan semangat “Pangkalpinang Pacak Berbenah”, PKS yakin bahwa pasangan Basit–Dede merupakan harapan baru yang layak diperjuangkan. Mereka bukan hasil dari transaksi politik, tetapi lahir dari rahim perjuangan dan keinginan rakyat untuk perubahan.