Cara Kontribusi Ismail Bachtiar Hadapi Dua Bencana yang Bersamaan
Makasar (21/8) - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Ismail Bahtiar mengaku meski baru satu tahun menjadi anggota dewan rupanya tantangannya lumayan berat. Namun hadirnya pandemi menjadi ujian sekaligus kesempatan yang baik untuk berkhidmat pada masyarakat.
"Ini panen amal dan panen pahala, ini buat saya adalah langkah solutif dengan ide-ide terobosan," kata dia pada acara Young Leaders Talks bertajuk,"Muda dan Merdeka; Karya Nyata Anak Muda PKS dalam Menjalankan Amanah Kemerdekaan" yang diadakan oleh PKS Muda secara daring, Jumat (21/8/2020).
Namun yang lebih penting dari itu ternyata sebaik apapun yang aleg lakukan masyarakat menilai itu bukan hal yang baik. Masyarakat menilai itu 'ah itu mau Pilkada lah' misalnya, 'ah itu biar bisa periode dua'. Sehingga ia sadar betul kita memang harus tebal telinga dengan cibiran-cibiran itu. Ada satu yang menarik bahwa apapun kondisinya ada anak-anak muda yang selalu menyalahkan pemerintah, sehingga yang paling penting adalah kita mengubah paradigma ini. Sehingga yang terlibat cuma Anggota DPRD tapi juga melibatkan partisipasi publik.
"Saat terjadi bencana Masamba yang bersamaan dengan pandemi corona, saya sengaja tidak ke sana karena kalau muncul justru malah cibiran orang. Sehingga saya mengajak partisipasi teman-teman 'ayo siapa yang mau terlibat, kita siapkan wadahnya apa yang menjadi kebutuhan kita kumpulkan bersama dengan tentu menggaet beberapa teman yang bisa berkontribusi banyak'. Nah kesadaran inilah yang coba mulai perlahan kita lakukan," tegas dia.
Oleh sebab itu, ia menyiapkan prototipe yang bisa menjadi agenda nasional yang kemudian disebut sebagai Agen Kebaikan yang akan diduplikasi ke beberapa wilayah.
Agen Kebaikan, kata dia, sementara hanya mencakup satu skup kabupaten Bone. Ia menyebut, ke depan akan diperluas menjadi skul Sulawesi Selatan. Harapannya skup Sulsel ini menjadi skup nasional sehingga gerakan-gerakan ini bisa menjadi gerakan anak muda yang berpartisipasi secara sadar dengan agenda-agenda pemerintah.
Sejak Covid-19 ia membuka diri berdiskusi dan meyakinkan anak muda bahwa pemerintah memberikan kesempatan untuk berkontribusi. "Alhamdulillah ada beberapa bantuan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan. Itu saya tidak secara langsung turun membagi karena saya ingin semau berpartisipasi terlibat. Dan ternyata ia membuat orang ikut terlibat lebih," kata dia.
"Sehingga harapan saya sebagai bagian dari partai mengembangkan sayap secara general, tidak lagi dalam pembagian klaster-klaster kita saja. Penting bagi kita untuk menjadi katalisator dalam setiap agenda-agenda politik yang perlu kita syiarkan kepada umat. Kira-kira begitu," kata dia menambahkan.