Buka Kajian Kitab Irsyadus Saari, Sohibul: Kader PKS Harus Belajar dari Ulama
Jakarta (5/2) - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengharapkan semua kader PKS untuk mendapatkan pengayaan keilmuan Islam, di luar kegiatan kajian keislaman pekanan.
"Saya sejak di PKS, saya selalu mengasumsikan bahwa apa yang diajarkan ke saya ini adalah saripati-saripatinya saja. Saya mengibaratkan bingkai dari Islam. Tapi saya katakan potret Islamnya belum utuh, bingkainya sudah utuh. Keutuhan potret Islam itu kemudian diisi oleh apa yang di lingkungan internal PKS sebagai tarbiyah tasqifiah. Kita diberikan wawasan yang luas sehingga dari hari ke hari potret Islam ini semakin jelas," kata Sohibul saat memberikan sambutan kajian perdana Kitab Irsyadus Saari di Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).
Yang diharapkan oleh PKS, kata dia, adalah untuk mengisi potret Islam jelas ini kader-kader PKS harus mampu mencari ilmu-ilmu keislaman ini bukan saja mengandalkan dari PKS tapi mengandalkan sumber-sumber yang lain.
"Tidak hanya mengandalkan ngaji rutin pekanan. Tapi bisa belajar dari ulama-ulama yang lain," jelas Sohibul.
Oleh sebab itu, PKS ingin mengkaji khusus yaitu mengkaji kitab yang ditulis oleh Hadratussyaikh Hasyim Ashari, pendiri dari jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU) yaitu kitab Irsyadus Saari.
"Dengan kajian ini kami ingin mempelajari, mendalami, karya-karya dari ulama-ulama besar kita yang mereka dengan segala kearifannya, keluasan cakrawala ilmu pengetahuan sudah menuliskan banyak hal yang menjadi petunjuk buat kita.
Kita berharap pertemuan ini dari sekarang ke depan, kader PKS harus menyadari potret Islam tidak akan kita selesai kita pelajari secara jelas sampai kita meninggalkan dunia ini," tegas Sohibul.