Benteng Terakhir Kemenangan PKS
Medan (27/3) – DPW PKS Sumatera Utara mengadakan persiapan bagi Saksi dan penghitungan manual dalam rapat koordinasinya di Asrama Haji Medan pada Kamis (27/3) dengan jumlah peserta mencapai 120 Koordinator Saksi dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
“Untuk Kepulauan Nias, kita khususkan hadir kesana dengan memberikan pelatihan saksi dan perhitungan manual seperti yang sebelumnya,” ujar Koordinator Tim Saksi dan Perhitungan Manual Sumut Mahmudin Hamzah Sinaga.
Acara dibuka oleh sambutan dan motivasi dari Sekretaris Umum DPW PKS Sumatera Utara Satrya Yudha Wibowo. Dalam orasinya Satrya mengatakan kepada seluruh peserta agar menanamkan dalam diri bahwa puncak perjuangan itu dimulai pada 9 April mendatang, maka setiap orang diharuskan mempersiapkan segala kemampuan untuk menghadapi halangan dan rintangan dengan kekuatan yang dimiliki.
“Ini merupakan jihad dalam mempersiapkan peperangan yang berbentuk politik. Pemilu bukan sekedar pesta demokrasi, akan tetapi event ini yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan. Kita sudah berada dalam kekuatan yang bercampur aduk dalam berbagai jenis pemikiran. Untuk itu kita harus bertahan dan menang!” tegas Satrya.
Dalam terakhirnya, Satrya menjelaskan mengenai kewaspadaan PKS dalam kehilangan kursi pada pemilu kali ini. Hal ini dianggap penting karena PKS banyak kehilangan kursi pada Pemilu tahun 2009 lalu. “Menjaga penghitungan suara ini sampai KPU adalah bagian dari menjaga amanah suara masyarakat. Mengawal suara bukan merupakan tugas yang kecil, karena ini memerlukan energi yang besar. PKS selama ini telah kehilangan banyak kursi di berbagai pemilu di Sumatera Utara. Maka, persiapkan kekuatan semampu kita karena ini sangat potensial untuk dimenangkan selain di tiga provinsi besar lainnya seperti Jawa Barat, Sumatera Barat dan DKI Jakarta. Tim Saksi dan Perhitungan Manual merupakan benteng terakhir yang PKS miliki untuk memenangkan pesta demokrasi,” tegas Satrya dalam penutup sambutannya.