Bantu Korban Bencana Sumatera, BIPEKA PKS Gelar Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk Relawan dan Konsultan Keluarga
JAKARTA - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di penghujung November 2025 meninggalkan kehancuran luar biasa dan menorehkan duka yang sangat mendalam di tanah air.
Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPP PKS, terus bahu membahu memberikan bantuan dan dukungan kepada para penyintas bencana. BIPEKA melalui Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Peduli, selain mengirimkan donasi dibantu relawan RKI di lokasi bencana, juga menyelenggarakan kegiatan yang sangat dibutuhkan relawan yaitu Pelatihan Psychological First Aid (PFA). PFA adalah bantuan pertama yang sangat berarti bagi korban bencana. Setiap tindakan kecil membawa dampak besar dalam pemulihan korban bencana.
“BIPEKA DPP PKS sangat berduka dan turut merasakan kesulitan yang dihadapi kawan-kawan baik sebagai korban maupun relawan. Pembekalan ini semoga menjadi sedikit kontribusi BIPEKA PKS. Kami akan terus melakukan ikhtiar untuk kebaikan kawan-kawan di lokasi bencana,“ pesan Ketua DPP PKS BIPEKA Eko Yuliarti Siroj dalam sambutannya.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring yang diikuti oleh hampir 300 Konsultan Keluarga PKS di tanah air, khususnya dari wilayah prioritas bencana, bertujuan untuk membekali para relawan dan Konsultan Keluarga RKI dengan keterampilan dasar dalam memberikan dukungan psikologis awal bagi individu atau keluarga yang terdampak bencana, baik fisik maupun emosional.
“Dalam situasi bencana, kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal penting, namun dukungan psikologis juga sangat krusial. Melalui PFA, kita memastikan para korban mendapat perhatian dari sisi emosional dan mentalnya,” jelas Yosi Molina, M.Psi, Psikolog, Pemateri Pelatihan PFA yang merupakan pemateri berpengalaman di bidang psikologi krisis dan konseling keluarga.
Para peserta dibekali metode PFA, antara lain urgensi dan cara kerja PFA bagi korban bencana, target dan prinsip utama PFA, waktu dan tempat yang tepat untuk dukungan kesehatan mental, siapa saja pemberi dan penerima PFA, bahkan kiat do and don’t saat pelaksanaan PFA. Walau secara daring, narasumber juga dengan penuh kesabaran memandu peserta untuk melakukan teknik relaksasi pencegah stres, di antaranya praktek progressive muscle relaxation.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BIPEKA PKS dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia, terutama saat menghadapi krisis. Melalui pelatihan ini, BIPEKA PKS berharap semakin banyak relawan dan konsultan yang mampu memberikan pertolongan pertama secara psikologis dengan tepat, cepat, dan empatik, sehingga proses pemulihan korban bisa berjalan lebih optimal.
“Relawan PKS adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membawa harapan, ketenangan dan cahaya di tengah kegelapan bencana. Mari berikan dukungan terbaik dengan hati yang tulus dan tindakan nyata. Bersama kita pulihkan harapan dan kemanusiaan,”pungkas Moly dalam penutup pelatihan.
Acara ditutup dengan doa mengharukan penuh isak tangis dari Sugiyanti, Ketua Departemen Ketahanan Keluarga BIPEKA DPP PKS, memohon pertolongan Allah dan mengajak semua peserta terus mendoakan kebaikan bagi korban bencana.