Almuzzammil Yusuf di Munas VI PKS: Jangan Abaikan Suara Gen-Z, Buruh, dan Petani

Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menyampaikan pidato kebangsaan dalam Puncak Acara Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (28/9/2025). 

Dalam pidatonya, Almuzzammil menyoroti gelombang protes yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu sebagai sebuah peristiwa berharga untuk pembelajaran bangsa.

“Di momen penting ini, saya ingin mengajak kita semua merefleksikan peristiwa akhir Agustus 2025 bulan lalu. Gelombang protes yang terjadi di berbagai penjuru negeri, bahkan terjadi juga di belahan dunia yang lain, sejatinya mengandung hikmah dan pembelajaran berharga untuk perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan,” ujar Almuzzammil.

Ia menjelaskan bahwa protes tersebut menghadirkan suara dari mahasiswa, Gen-Z, buruh, petani, nelayan, hingga masyarakat sipil lainnya yang menyuarakan keresahan atas kondisi bangsa hari ini. 

“Dari gelombang protes itu, kita mendengar suara mahasiswa, anak-anak muda Gen-Z, buruh, petani, nelayan, dan masyarakat sipil lainnya yang menyuarakan keresahannya atas kondisi bangsa hari ini, jangan abaikan aspirasi mereka," ujar Almuzammil.

Meski begitu, Almuzzammil menegaskan bahwa tindakan provokatif dan anarkis yang merusak kebebasan berpendapat tidak dapat dibenarkan.

PKS, menurutnya, memandang bahwa akar permasalahan gejolak sosial adalah kesenjangan ekonomi dan beratnya beban hidup masyarakat. 

Hal itu salah satunya disebabkan oleh praktik yang disebut Presiden Prabowo sebagai serakahnomics.

“Wajah serakahnomics tampak nyata di lapangan, mulai dari permainan stok, akal-akalan harga, hingga rente yang keuntungannya hanya menetes ke segelintir. Akibatnya, beras dan minyak tiba-tiba menjadi langka, UMKM terjepit margin keuntungan yang kecil, keluarga berpendapatan rendah paling dulu terpukul, ketimpangan sosial melebar, hingga terbatasnya lapangan kerja bagi anak-anak muda,” jelasnya.

Acara puncak Munas VI PKS ini juga turut dihadiri sejumlah tokoh politik lintas partai. Hadir di antaranya Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar beserta Sekjen PKB Hasanuddin Wahid dan Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid, Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto, Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji, Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, serta Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono.

Munas VI PKS mengusung tema “Kokoh Bersama, Majukan Indonesia” sebagai spirit konsolidasi partai untuk memperkuat kebersamaan lintas elemen bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.