Tuntaskan Gundah Potensi Jabar, Aher Ikut Tes Masuk Doktoral IPB

BOGOR (19/10) - Kegundahan tersendiri bagi seorang pemimpin yang memiliki wilayah dengan kekayaan alam lengkap, potensi daratan dan kelautan sama menjanjikannya, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Terutama bagi kemaslahatan masyarakat yang lebih luas.

Pemanfaatan sumber daya alam ini tentu harus berlandaskan ilmu yang mumpuni. Ilmu inilah yang kelak membuat sumber daya alam dapat diubah menjadi kebaikan yang berlipat-lipat. Dasar itulah yang ada di benak Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) ketika memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 atau Doktoral dengan mengambil jurusan Ekonomi Sumber Daya Kelautan Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB).

Jurusan ini masih berkesinambungan dengan ilmunya di jenjang S2 terdahulu, yakni Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan Fakultas Agribisnis IPB. Niat Aher, dengan ilmu yang terpadu, bisa membangun Jawa Barat dengan lebih holistik.

Ahad (18/10) pagi Aher meniti niat dan visi besarnya dengan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) Bappenas untuk masuk Pascasarjana Doktoral IPB. Sekalipun gubernur, prosedur resmi yang cukup rumit tetap diikuti oleh orang nomor satu di Jawa Barat tersebut. Aher mengikuti tes di Ruang Mawar, Gedung Sekolah Pascasarjana IPB, Kampus Baranangsiang Kota Bogor.

Menurut Aher, ia wajib dan patuh mengikuti prosedur resmi yang diterapkan pihak kampus. Sebab, suri tauladan sangat penting bagi masyarakat keseluruhan. “Gubernur itu jabatan publik, tapi sebagai mahasiswa ya ikut prosedur mahasiswa saja seperti pada umumnya,” kata Aher seraya menambahkan kelak saat kuliah, proses belajarnya tak ada keistimewaan.

Pada tes pagi tersebut ada 250 soal dari Bappenas - terbagi dalam tiga segmen - yang harus ditempuh Aher dengan durasi tiga jam, yaitu mulai pukul 9.30 - 13.00 WIB tanpa jeda istirahat. Aher harus bisa menembus skor TPA minimal 500 agar bisa lulus doktoral.

Aher duduk di kursi barisan ketiga sebelah kiri, atau persis di depan pintu masuk dengan nomor urut 181015045. Nantinya, hasil tes bisa dicek mulai Rabu (21/10), baik diambil sendiri ke Bappenas Jakarta atau dikirim ke kampus IPB dan/atau rumah peserta. Mengacu daftar hadir, Gubernur Jabar dua periode ini menulis tidak ingin dihantarkan ke rumah, tapi akan mengecek langsung ke institut pertanian terbesar di Indonesia yang sudah berusia 52 tahun ini. 

Kuliah Akhir Pekan 

Keikusertaan Gubernur Aher dalam tes normal S3 IPB mendapatkan apresiasi dari peserta lainnya. Salah satu peserta tes TPA Teddy Sunandar, yang duduk persis di belakang Aher, menyebutkan setiap sistem memiliki tatanan yang harus dihormati.

"Semua orang harus menghormati tata kelola akademik yang sudah lama dibangun, termasuk pejabat publik. Saya apresiasi Gubernu Aher yang tetap ikut prosedur," katanya.

Menurut Teddy, sama seperti tes S2 sebelumnya, Aher juga tetap ikut serangkaian persyaratan untuk menjadi mahasiswa doktoral kampus pertanian terbesar di Indonesia itu.

"Kalau sampai tidak prosedural, tidak ikut persyaratan, malah rugi ke semua. Kalau pimpinan saja demikian, rakyat akan halalkan cara instan," katanya.

Sementara Staf Sekolah Pascasarjana IPB, Vera mengatakan sesuai peraturan, selepas hasil tes TPA minimal 500, baru dilakukan sidang penentuan mahasiswa baru. Akan tetapi, hasil tes TOEFL yang biasanya diperuntukkan masuk S3, tidak lagi dipersyaratkan, karena ada mata kuliah ke depannya.

"Setelah persyaratan administrasi, syarat berikutnya lihat hasil TPA. Tidak ada keperluan tes TOEFL, karena nanti ada pelajaran mata kuliahnya sendiri," katanya.

Vera melanjutkan sekiranya nanti lulus tes masuk Doktoral IPB, Aher akan kuliah tiap Jumat dan Sabtu. Menurutnya, perkuliahan doktoral ekonomi sumber daya kelautan tropika menuntut kehadiran mahasiswa tanpa alasan. Kampus menyebutkan mahasiswa hanya boleh absen dua sesi per semester perkuliahan, lebih dari itu tidak bisa mengikuti ujian dan otomatis tidak lulus.

"Saya kalau sudah kuliah, tiap hari Jumat masuk dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 22.00, sementara Sabtu dari pukul 8.00 sampai pukul 14.00," kata Aher antusias.

Menurut Aher, apabila acara di akhir pekan tidak mendesak, maka akan diwakilkan kepada Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Perkuliahan sendiri rencananya paling telat awal November 2015 ini. Sebab, perkuliahan pascadoktoral IPB biasanya bergulir tiga bulan setelah perkualiahan reguler strata satu. Semoga niat dan narasi besar dalam menuntaskan kegundahan ini segera terkikis di kampus.

Keterangan Foto: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) sedang mengisi lembar jawaban Tes Potensi Akademik (TPA) ujian masuk doktoral Sumber Daya Kelautan Tropikal, di Ruang Mawar, Sekolah Pascasarjana IPB, Ahad (18/10). 

Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat