Berita PKS

Kematian Indah Sang Pandu PKS

14 Sep 2018 | 16:12 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Dok: Saiful Fathan Azizi

Oleh: Muhammad Sholich Mubarok


Lantunan tahlil mendengung. Warga yang rata-rata mengenakan sarung dan peci membentuk lingkaran tak beraturan di serambi mushola Ianatul Tholibin, Jatimakmur, Bekasi. Sebelumnya yasinan (membaca Alquran surat Yaasin) secara bersama-sama, setelah sholat Isya berjamaah di mushola. Ada kabut duka yang masih menggelayut.

Malam itu, Kamis (13/9/2018), memang sedang acara tahlilan dan yasinan untuk almarhum Muhammad Yasin. Ia adalah Ketua Divisi Relawan Bidang Kepanduan dan Olahraga Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berhitungnya waktu, mikrofon dari sang pembawa acara diserahkan kepada seorang pria muda berkoko putih, berpeci corak dan bersarung kotak-kotak coklat. Abdurrob Syahidil Hayyi namanya. Ia adalah anak sulung dari almarhum Yasin. Yasin meninggal pada Senin (10/9) di Bogor karena kecelakaan.

Dengan sendu, ia menyampaikan kesaksian tentang abi--begitu ia memanggil ayahnya. Meski tak banyak.

"Abi ada seminggu di Bogor. Tak ada pilihan lain.." bulat matanya mulai berkaca-kaca meski tidak tumpah air matanya. Kalimatnya ia teruskan, "..selain ikhlas."

Syahid mengatakan ayahnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang usai kecelakaan di Bogor. "Abi tidak 'ingat' keluarga. Yang diingat hanya Allah saja. Abi meninggal dalam keadaan puasa dan tepat di hari Senin," tutur ayah satu anak itu.

Muhammad Yasin nyatanya bukan hanya sekadar sebuah nama. Keberadaannya semasa hidup tampaknya serupa emas, begitu berharga. Sesepuh yang bicara di mushola itu memberikan kesaksian yang tak jauh berbeda. Waktu takziah ia menatap wajah Yasin seperti sedang dalam penantian yang tak sabar ingin berjumpa dengan Allah. Tak ada wajah nampak kesakitan di wajah Yasin.

Yasin, menurut sesepuh itu, memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Sang filantropis sejati. "Ketika banjir besar menyerang Bekasi sekitar 2008 atau 2009, beliau (Yasin) orang pertama yang bergegas membantu. Ketika menyebut banjir maka nama Pak Yasin yang dicari," kata bapak tua itu.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman sendiri telah bertakziah ke kediaman almarhum Yasin pada Selasa (11/9/2018) sore. Sohibul menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mendoakan almarhum husnul khotimah. “Beliau dikenal banyak menyampaikan gagasan-gagasan yang baik. Semoga juga menjadi amal jariyah almarhum,” ujarnya yang diaminkan istri dan lima orang putra putri almarhum.

Dalam perjalanan ke Rumah Sakit, kembali Syahid bertutur, mulut ayahnya tak henti mengeluarkan kata-kata indah. "Abi tak berhenti murajaah hafalan Alquran," ungkap dia.