Berita PKS

Hikmah dari Kasus Arya, Bocah Penderita Obesitas Ekstrem

15 Jul 2016 | 14:27 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua Bidang Kesra DPP PKS Fahmy Alaydroes

Jakarta (15/7) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS Fahmi Alaydroes turut prihatin dengan sakit obesitas ekstrem yang diderita Arya Permana (10) asal Karawang yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

"Kita turut prihatin dan ikut empati kepada ananda Arya. Semoga dapat kembali normal dan sehat," ungkapnya saat dihubungi, Kamis sore (15/7/2016).

Menurutnya, dari kasus tersebut ada beberapa hikmah yang patut diambil. "Pertama, bahwa fisik anak akan tumbuh dan berkembang berdasarkan asupan makanan/gizi yang dikonsumsinya. Bila tidak proporsional dan berlebihan, tentu akan menyebabkan kelebihan berat badan yang melewati batas normal. Agama Islam mengajarkan supaya kita tidak berlebihan dalam makan dan minum," jelasnya.

Kedua, menurut Fahmi, kurangi makan makanan yang kurang sehat atau kurang baik bagi anak.

"Ananda Arya, menurut kabar, sangat sering mengkonsumsi makanan/minuman kemasan/instan dalam jumlah yang banyak. UNICEF, WHO dan ASEAN melakukan kerjasama penelitian pada anak-anak di Asia Tenggara. Dan hasilnya, untuk di Indonesia, anak-anak mengalami dua persoalan besar: ada 12% anak mengalami kelebihan berat badan dan 12% kurang gizi," ungkap Fahmi.

Menurutnya, risiko kelebihan berat badan terjadi dengan naiknya peningkatan akses ke 'junk food' dan minuman kemasan serta aktivitas fisik dan gaya hidup yang tidak aktif atau kurang bergerak.

"Pemerintah seharusnya melakukan pembinaan dan sekaligus pengawasan yang ekstra ketat terhadap berbagai produk 'junk food' ini," tuturnya.

Fahmi juga menambahkan, pembinaan tersebut harus dilakukan secara intensif dan sistemis melalui jalur pendidikan formal dan informal. Pengawasan ketat harus dilakuan terhadap produksi makanan dan minuman rendah gizi dan mengandung zat yg berbahaya bagi tubuh

"Bila tidak, boleh jadi kita akan 'kehilangan' generasi," pungkasnya. (dave)