Berita PKS

Habib Salim: Muhammadiyah Elemen Penting Umat dan Indonesia

12 Mar 2019 | 12:07 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Semarang (12/3) -- Ketua Majelis Syuro (KMS) Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al-Jufri mengatakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Muhammadiyah adalah elemen penting umat dan Bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Habib Salim ini saat bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah pada Senin (11/3/2019) di Kantor PW Muhammadiyah Jalan Singosari Raya 33, Pleburan, Semarang Selatan, Kota Semarang.

"Muhammadiyah adalah elemen penting bangsa Indonesia, tadi di Jawa Tengah ada banyak lembaga pendidikan, rumah sakit yang dibangun, sekolah hingga kampus,"kata dia.

Atas hal itu, dia mengatakan PKS dan Muhammadiyah harus selalu bersinergi untuk membangun peradaban Indonesia yang lebih baik.

"Saya ucapkan jazakumullahu khair atas silaturahmi PKS dan Muhammadiyah, dan kita akan terus duduk bersama bergandengan tangan, bagaimana memberikan kontribusi untuk negeri ini, karena kami meyakini Indonesia memiliki peluang memimpin dunia Islam, karena umat Islam terbesar di dunia,"jelas dia.

Salah satu yang bisa disinergikan, kata Habib Salim, adalah memperbanyak keterwakilan umat di parlemen.

"Semakin banyak kita di parlemen semakin baik untuk umat,"tandas Menteri Sosial era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Secara khusus, Habib Salim mengatakan PKS sebagai partai Islam adalah partainya umat dan aset bangsa.

"PKS ini punya umat, aset bangsa, PKS milik Muhammadiyah, sehingga apa yang bisa diberikan untuk antum, kita sinergi, banyak titik temu yang bisa kita lakukan bersama,"pungkasnya.

Turut hadir dalam silaturahmi tersebut adalah Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir, Bendahara PW Muhammadiyah Jateng Prof Masrukhi dan sejumlah tokoh PW Muhammadiyah lainnya.

Sementara para Tokoh PKS yang hadir diantaranya Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng Abdul Fikri Faqih, Sekretaris Umum DPW PKS Jateng Sri Praptono dan sejumlah tokoh PKS lainnya. (Dwi).