Berita PKS

DPR: Kelompok Kriminal Bersenjata Itu Teroris!

04 Dec 2018 | 16:22 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Dr Sukamta

Jakarta (04/12) -- Sebanyak 31 orang pekerja Proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua menjadi korban pembantaian oleh sekelompok orang bersenjata. Pemerintah menyebut kejahatan ini sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menanggapi hal ini sebagai tindak pidana teroris.

"KKB ini sudah masuk ke dalam cakupan tindak pidana terorisme. Jadi harusnya, pemerintah segera dengan cepat mengambil langkah tegas untuk memberantasnya dan menyeret para pelaku ke pengadilan agar dihukum semaksimal mungkin,” ujar Sukamta, Selasa (02/12/2018).

Sekretaris Fraksi PKS ini menegaskan bahwa apa yang dilakukan mereka sudah memenuhi syarat sebagai tindakan separatis dan teroris. UU No. 5 tahun 2018 tentang perubahan UU Terorisme bahwa yang dimaksud terorisme adalah tindakan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional. Perilaku biadab ini tidak bisa dibiarkan. Kita cinta NKRI. Kita ingin bangsa ini tetap utuh. Kita tidak ingin bangsa ini terkoyak oleh gerakan bersenjata apapun termasuk teroris dan separatis.

"Karena itu, saya mendesak pemerintah agar menaikkan status penanganan kelompok kriminal bersenjata ini menjadi penanganan tindak pidana terorisme. Tindakan mereka jelas separatis dan teroris yang merongrong kedaulatan NKRI. Dan bicara kedaulatan kita musti benar-benar bergerak cepat dan tegas agar gerakan ini tidak semakin meluas dan berlarut-larut yang bisa menimbulkan korban lagi baik korban dalam arti negara atau warga," tegas Wakil Rakyat dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Politisi PKS ini juga menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga korban.

“Tak lupa dan yang paling utama saya sampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk 31 korban pekerja yang gugur dibantai sekelompok orang di Papua. Para korban menjadi pejuang bagi anak, isteri, orangg tuanya dalam mencari nafkah. Semoga arwah para korban Diterima di sisi Allah SWT. Aamiin," tutupnya.