Info Seputar Crisis Center for Rohingya. Klik di sini!

Berita PKS

Warga Bogor Ikut Doakan Munculnya Pemimpin Terbaik di Pilkada DKI 2017

20 Sep 2016 | 12:59 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Bacawagub Mardani Saat Sosialisasi Cagub- Cawagub PKS di Jaksel

Jakarta (19/9) – Semakin dekatnya perhelatan Pilkada DKI 2017, membuat banyak pihak beramai-ramai menyoroti siapa kandidat yang tepat untuk menjadi Pemimpin DKI ke depan.

Tak terkecuali, seorang mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta, bernama Imelda. Ia menilai kepemimpinan DKI saat ini telah mengalami perubahan negatif yang lebih mengarah kepada arogansi kekuasaan dalam melakukan penertiban.

"Kepemimpinan Jakarta saat ini dimulai dengan awal dan citra yang bagus. Hal ini terlihat seperti pada pembuatan taman dan penambahan bangku-bangku taman di sepanjang jalan daerah perkantoran Sudirman serta lingkungan kota yang bersih. Namun kini cara pengelolaan dan penertiban terlihat arogan,” tutur Imelda yang juga seorang karyawati di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9).

Meskipun dirinya tinggal di Bogor, namun ia tetap mendoakan agar gubernur DKI ke depan adalah yang pro terhadap rakyat, bukan malah meresahkan masyarakat dengan kebijakannya. Bahkan, yang terpenting, seorang gubernur harus dapat diterima semua pihak, khususnya warga Jakarta yang berjumlah 8-10 juta ini.

“Pemimpin itu harus seseorang yang inovatif, visioner, pintar, baik ilmu agamanya dan bahasanya pun harus baik. Yang terpenting, harus bisa diterima semua pihak," jelas Imelda.

Imelda menambahkan untuk mewujudkan semua doa itu, dirinya melihat duet Sandiaga-Mardani yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS adalah sosok yang tepat untuk mengemban amanah tersebut. Karena dirinya melihat selama ini kiprah PKS selalu santun, dekat dan menjadi solusi di tengah masyarakat.

“Saya tahu betul bahwa kader PKS senantiasa berbaur dan santun dalam berbahasa, serta selalu ada di tengah masyarakat. Jadi, insya Allah, saya percaya dengan duet Sandiaga-Mardani,” tutup Imelda.