Berita PKS

Usai Bantu Lombok, Relawan PKS Bali Bergegas Berangkat Bantu Palu

05 Oct 2018 | 18:02 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Foto: Donny/PKSFoto

Jakarta (5/10) - Muhammad Ghozali sangat senang mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, terutama dari istri tercinta. "Dia bilang 'hati-hati di sana'," kata pria berasal dari Denpasar itu yang telah memakai pakaian kepanduan lengkap dengan tas ransel carrier, di DPP PKS, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Andi Supandi yang satu daerah dengan Ghozali tak jauh semangatnya. Pria berkepala pelontos itu siap menjalankan instruksi untuk membantu sesama. "Begitu mendapat instruksi, kami jalan. Apapun yang terjadi di Bali, Insya Allah kami tetap membantu saudara kami di Palu."

Hari ini Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman meluncurkan Gerakan Nasional Tanggap Bencana (Genta) PKS di kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (5/10/2018). Sohibul menyebut Genta PKS adalah respons dari seluruh kader, simpatisan dan pengurus dari level hingga pusat dalam menyikapi berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

Ghozali dan Andi adalah dua di antara relawan yang akan diberangkatkan ke lokasi Palu, Sulteng. Ketua Wilda NusaBali DPP PKS Sugeng Susilo mengatakan para relawan memang sudah berniat ke Palu. Tadinya para relawan mau langsung ke Palu namun ia meminta untuk ke Jakarta terlebih dahulu untuk konsolidasi.

"Fokus konsolidasi tetap jalan karena kepengurusan baru di DPW Bali. Kalau ada masalah di Bali itu bagian dari dinamika. Tapi kita mengajak memandang ke depan ada agenda nasional. Ada banyak saudara yang harus kita bantu di Palu. Itu yang paling penting," ungkapnya.

Andi dan Ghozali juga merupakan alumni relawan gempa yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari awal, kata Sugeng, PKS memberikan arahan kepada relawan untuk membuat kegiatan yang penting yaitu merekrut relawan lokal NTB supaya membuat penangan recovery membantu stakeholder lain. Recovery gempa NTB menurutnya belum selesai.

"Tidak semua relawan keluar dari NTB untuk ke Palu. Karena Lombok masih recovery dan butuh relawan. Di NTB kami punya 18 Posko tadinya hanya 9 posko keliling, 4 posko induk dan 1 posko utama. Sekarang yang posko keliling kita perbanyak sebanyak 18 titik," ungkap dia.