Berita PKS

Semarak Milad ke-18, PKS Ajak Perempuan Solo Jadi Pelopor

25 Apr 2016 | 16:10 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

Solo (24/4) - 200 perempuan kota Solo dari remaja hingga lanjut usia penuhi Majapahit Ballroom Hotel Loji dalam Seminar Keperempuanan "Wahai Perempuan, Ukirlah Sejarahmu". Seminar yang diadakan pada Ahad (24/4/2016) ini juga merupakan rangkaian Semarak Milad PKS ke-18 dan juga sekaligus memperingati Hari Kartini.

Dalam sambutannya, Ketua pelaksana Tin Zulaikha menyampaikan bahwa perempuan Indonesia jangan hanya berkutat di dapur, namun juga dapat berkarya agar bermanfaat untuk Indonesia. Tin juga berharap semakin banyak perempuan yang memiliki semangat kepeloporan agar dapat memberi manfaat untuk lingkungan di sekitarnya bahkan hingga tingkat nasional.

Dalam sambutan kedua, Ketua BPKK DPD PKS Kota Solo, Orinako menyampaikan dua sisi kehidupan dari seorang Kartini yang tidak banyak diketahui masyarakat, yaitu mengenalkan terjemahan Al Qur'an Arab-Jawa pemberian Kyai Saleh Darat dan menumbuhkan jiwa enterprenuer untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita harus meneladani para tokoh perempuan yang umur singkat namun sejarahnya panjang dan amalnya dilanjutkan seperti R.A Kartini, Dewi Sartika, dan Yoyoh Yusroh," ujar Orinako.

Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Pusat Sinta Yudisia yang diundang sebagai pembicara menggugah wawasan peserta bahwa perempuan mempunyai banyak potensi dan harus menjadi orang yang unggul serta ahli.

"Jika kita memilih menjadi istri dan ibu rumah tangga maka jadilah yang unggul dan ahli. Seperti Imam Bibi, Kasturbai, Margareth Tatcher, dan Maria Montessori," ujar Sinta.

Perempuan Pelopor Jumputan Ibu Sejahtera Sleman Lisferi Setiarini tentang Kiprah perempuan di luar rumah. Lisferi mengisahkan perjalanan kiprahnya dari simpan pinjam bersama sebagian ibu-ibu sekitar rumah hingga sekarang menjadi sentra batik jumputan di Sleman Jogjakarta.

"Perempuan seharusnya eksis di tengah masyarakat untuk bekerjasama dan memberdayakan lingkungan masyarakat yang islam," pesan Lisferi.