Berita PKS

Romantisme Pengantin Baru Memungut Sampah

10 Dec 2017 | 15:58 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Bagaimana cara merayakan romantisme pernikahan? Tengoklah pasangan muda ini. Namanya Erwin dan Tri Mawartina.

"Mas banyak orang di (trotoar) sini," kata Mawar, begitu perempuan berjilbab putih dan mengenakan masker instan itu disapa. Tangannya masih aktif memunguti bungkus minuman. "Udah, kerjakan saja. Kan kita nggak melakukan kesalahan," kata pria berkacamata minus itu.

Pasangan suami istri dengan paut usia dua tahun ini memang sedang melakukan aksi memungut sampah. Suami memegang kantong plastik hitam besar seraya memungut sampah, sementara istri hanya memungut sampah."Kami memang baru menikah. Dua bulanan," kata Erwin. Mawar tersenyum malu.

Pasangan muda ini dipertemukan di Jakarta. Erwin berasal dari Palembang dan Mawar dari Yogyakarta. Mereka sama-sama telah merampungkan pascasarjana dari universitas yang berbeda. Erwin dengan gelar Master Sains dari Institut Pertanian Bogor dan Mawar dengan gelar Master Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia.

Dari stasiun Kalibata mereka berangkat pagi menuju stasiun Gondangdia. Dari stasiun tujuan mereka mengikuti Aksi Bela Palestina yang digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Aksi berlangsung di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Ahad (10/12/2017).

Dalam orasi, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menilai klaim sepihak Amerika Serikat tentu saja melanggar kesepakatan dunia lewat resolusi PBB. Bahkan lebih penting lagi, arogansi sepihak AS jelas merusak proses perdamaian yang telah dirintis berpuluh-puluh tahun agar rakyat Palestina mendapatkan hak kemerdekaannya atas Yerusalem atau Baitul Maqdis.

Sohibul, dalam orasinya, mengatakan bahwa ia sudah mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Donald Trump."Mudah-mudahan respons positif diberikan oleh pemerintah AS, dan kita yakin sebagian besar dari masyarakat AS tidak suka dengan keputusan Presidennya sendiri," imbuh Sohibul Iman.

Erwin duduk sejenak di trotoar dengan kantong plastik yang menganga. "Mas, ini (tempat) sampah ya?" tanya dua orang perempuan yang tengah lewat di depannya.

Erwin mengiyakan dengan penuh semangat. "Ini aksi untuk solidaritas dan kami ingin membersihkan saja. Sebab sampah plastik itu juga susah untuk diuraikan," kata dosen sains di kampus swasta Jakarta itu.

Tentang klaim Trump, Erwin berharap agar pemerintah Indonesia harus tegas untuk menghentikan penjajahan yang dilakukan oleh Israel.

Erwin dan Mawar melanjutkan kembali aktivitas mendekati peserta aksi yang memegang sampah. Sekali-kali mereka berkejaran dan berebut sampah yang mau dipungut. Ah, romantisnya!