Berita PKS

Riyono Ajak Kader dan Mayarakat Ikut Gerakan Menanam Bersama PKS untuk Ketahanan Pangan Nasional

08 May 2020 | 10:37 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta -- Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riyono mengungkapkan tujuan pelaksanaan FGD Ketahanan Pangan dan Ketahanan Petani di Era Pandemi Covid-19 serta Launching Gerakan Ayo Menanam Bersama PKS yang diselenggarakan via daring, Kamis (08/05/2020).

"Ide gerakan menanam bersama PKS ini diharapkan mampu menjadi gerakan sosial bersama dengan kader, struktur dan masyarakat di lingkup terkecil RT, RW dengan menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan berbagai tanaman pangan yang bisa kita tanami," ungkap Riyono.

Hal tersebut dilakukan atas respons PKS terhadap kondisi pangan di masa Covid-19 yang terbilang cukup mengkhawatirkan. Tercatat laporan dari FAO tentang adanya 840 juta masyarakat yang mengalami kelaparan kronis, 50% nya berasal dari negara yang hidupnya menggantungkan padi serta 4/5 bersa di dunia ini diproduksi oleh petani kecil.

"Kita berharap nanti di diskusi kita betul-betul. Apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman wilayah misalkan, ada yang membeli gabah untuk petani kalau DPW Banten, kemudian DPW Riau menanam bersama PKS. Ini adalah langkah-langkan yang alhamdulillah sudah dilaksanakan oleh kawan-kawan kita semuanya," papar Riyono.

Dalam gerakan ini Riyono menargetkan setiap DPW dan DPD dapat melakukan kerja sama dengan petani untuk mengelola penanaman sayuran dan pangan lainnya di beberapa hektar lahan yang akan disediakan.

"Kami merancang untuk setiap DPW ada 5 hektar yang bisa dikerjasamakan dengan petani, kemudian di tiap DPD ada 3 hektar, kemudian 500 ribu kader dari 11 juta pemilih PKS ini , katakanlah jika 500 ribu ini saja mau menanam bersama PKS maka insya Allah 3 bulan kedepan mudah-mudahan masa Covid-19 ini selesai kita akan panen bersama dengan masyarakat. Minimal 200 ton gabah kering panen, dan 200 ribu kilo berbagai jenis sayuran dan pangan lokal di seluruh Indonesia," ucap Riyono optimistis.