Berita PKS

Relawan PKS Turun Satu Jam Usai Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara

04 Dec 2018 | 19:30 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Aksi relawan PKS di Desa Natam, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara (01/12)

Aceh Tenggara (04/12) -- Musibah banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tenggara sejak Senin (26/11). Kemudian banjir susulan yang lebih besar menyapu lokasi yang sama pada Sabtu (01/12) kemarin.

Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan sigap terjun ke lokasi bencana untuk berkhidmat. Para relawan PKS ini melakukan evakuasi, mendirikan dapur umum dan mengumpulkan bantuan logistik.

Seperti diungkapkan Ketua Bidang Humas PKS Aceh Tenggara Rudi Santoso, "Satu jam setelah banjir bandang pertama, relawan PKS sudah hadir membagikan makanan untuk warga. Keesokan harinya bersih-bersih rumah warga selama 2 hari. Kemudian, banjir bandang susulan kedua yang lebih besar datang di lokasi yang sama. Sehingga rumah-rumah yang sudah dibersihkan relawan hilang disapu banjir bandang kedua."

Rudi menjelaskan, ada tiga desa yang terdampak banjir besar, yakni Desa Natam Kecamaran Badar, Desa Kayu Metangur Kecamatan Ketambe dan Desa Kute Rambe Kecamatan Darul Hasanah.

Ia merilis, terdapat 359 jiwa pengungsi yang terdiri dari 222 jiwa dari Desa Natam Baru, 56 jiwa dari Desa Kayu Metangur dan 81 jiwa dari Desa Kute Rambe. Lokasi pengungsian terpusat di MAS Lawe Nderung dan SMP Darul Hasanah.

Akibat musibah ini, lanjut Rudi, menyisakan trauma cukup mendalam di masyarakat. Mereka selalu waspada setiap hujan turun, karena dikhawatirkan akan menyebabkan banjir susulan yang lebih besar.

"Empat hari berjibaku bersama warga dengan lumpur terlihat ada secercah cahaya semangat namun masih menyisakan trauma mendalam. Trauma tersebut muncul saat menyelamatkan mereka dari banjir bandang susulan yang lebih besar dan dasyat. Karena trauma tersebut, warga terus siaga ketika hujan turun di hulu sungai. Kini, kami melihat wajah-wajah mereka terlihat tambah lelah di tengah puing-puing rumah yang tersapu air bah banjir bandang. Trauma yg semakin dalam terlihat di wajah para kaum ibu, wanita dan anak-anak," paparnya.

"Mari berjabat tangan bersama mereka, peluk erat mereka, karena mereka adalah saudara-saudara kita," imbuhnya.