Berita PKS

Ratusan Kader PKS Babel Aksi Damai untuk Rohingya

11 Sep 2017 | 05:55 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Aksi damai kader, simpatisan PKS dan masyarakat Babel mengecam tindakan terhadap etnis Rohingya, Ahad (10/9). (dok RMOL)

Babel (11/9) -- Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bangka-Belitung (Babel) menggelar aksi damai longmarch dari Masjid Jamik sampai Alun alun Taman Merdeka pada Ahad (10/9).

Aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap etnis rohingya di Rakhine, Myanmar. Koordinator aksi, Arnadi menjelaskan bahwa longmarch ini juga disisipi acara pengumpulan dana yang nantinya akan disalurkan langsung kepada etnis Rohingya.

"Tidak cukup jika kita hanya melihat dan mendengar omongan pemerintah Myanmar saja. Maka dari itu, kami meminta pemerintah, khususnya Babel untuk menyalurkan bantuan kepada etnis Rohingya yang saat ini tertindas agar dapat mengurangi beban mereka," ujarnya.

Arnadi menegaskan, PKS Babel mengecam keras perbuatan tidak manusiawi pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya. "Kami telah membuat pernyataan sikap dan rencananya pernyataan tersebut akan diteruskan oleh anggota DPRD dari PKS baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk disampaikan kepada pemerintah," tegasnya.

Ketua DPW PKS Babel, Dody Kusdianmenyampaikan pernyataan sikap yang diharapkannya dapat menjadi solusi konkrit bagi rakyat rohingya. "Ini sebagai wujud kewajiban konstitusional bagi seluruh bangsa Indonesia untuk turut serta mewujudkan perdamaian dunia," ujar Doddy.

Maka lanjut Doddy dengan ini kami segenap ormas Islam dan organisasi kemasyarakatan bersama PKS, menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Kami mengutuk sekeras-kerasnya pembersihan suku (ethnic cleansing) terhadap etnis Rohingya di Rakhine State oleh militer Myanmar karena ini telah melanggar kebebasan dan hak azasi manusia khususnya hak hidup layak.

2. Mengapresiasi masyarakat yang sudah berinisiatif memberikan berbagai bentuk pembelaan dan bantuan langsung maupun tidak langsung serta mengajak untuk terus aktif memberikan dukungan terbaik untuk Rohingya.

3. Meminta pemerintah provinsi dan DPRD untuk meneruskan kepada pemerintah pusat khususnya Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan negara ASEAN terbesar, untuk bertindak lebih nyata dalam upaya menghentikan pembersihan etnis melalui jalur bilateral dan multilateral melalui ASEAN, OKI, dan PBB dengan agenda utama menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata dan memulihkan kewarganegaraan etnis Rohingya sebagai bagian integral dari Negara Myanmar yang lebih demokratis.

4. Meminta anggota DPRD provinsi untuk dapat meneruskannya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan seluruh fraksi dan alat kelengkapan dewan untuk memperkuat langkah-langkah Indonesia dalam upaya melindungi dan mencegah etnik Rohingya dari bahaya ethnic cleansing dan genocide.

Untuk memastikan langkah-langkah tersebut dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan maka kami berharap seluruh elemen masuarakat Se-Babel agar pro aktif menggalang dana untuk bantuan kemanusiaan rakyat Rohingya.

sumber: Rakyat Merdeka Online, Bangka Pos