Berita PKS

PKS Solok Selatan Buka Dapur Umum Korban Banjir Bandang

14 Dec 2019 | 10:09 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail dok PKS Solok Selatan

Solok Selatan -- Galodo (banjir lumpur) yang melanda sebagian wilayah Kab Solok Selatan secara serentak Jum'at (13/12) subuh dini hari, menyebabkan puluhan rumah rusak dan sampai merenggut korban jiwa.

Sebagian warga di beberapa wilayah terisolasi karena banjir yang mencapai setinggi bahu orang dewasa, membuat mereka takut untuk keluar rumah.

Ketua DPD PKS Solok Selatan Effendi Muharram mengatakan PKS Solok Selatan bergerak cepat sejak Subuh waktu setempat mulai membuka POSKO TERPADU PKS untuk Galodo Solok Selatan yang dipusatkan di Jorong Bancah, Pakan Raba'a Tengah.

"Sampai dengan sore waktu setempat Posko yang juga difungsikan sebagai dapur umum tersebut telah mensuplai lebih kurang 500 nasi bungkus ke beberapa wilayah yang terendam banjir dan terisolasi," ujar Effendi.

Effendi mengatakan, puluhan relawan mulai dari struktur DPD PKS, kader dan simpatisan ikut bahu membahu mendistribusikan makanan ke lokasi korban banjir, diantaranya ke Jorong Sawah Tau, Pakan Raba'a Tengah, Kampung Tarandam, Kampung Palak dan beberapa lokasi lainnya.

"Selain mendistribusikan nasi bungkus tim relawan PKS juga melakukan evakuasi warga di beberapa lokasi yang terisolasi dengan memanfaatkan perlengkapan seadanya seperti tali temali dan benen untuk membantu warga," ungkap Effendi yang terjun langsung bersama relawan.

Effendi menambahkan, Posko Galodo PKS Solok Selatan di Jorong Bancah juga menerima berbagai bentuk bantuan dari masyarakat umum untuk di salurkan kepada korban galodo dalam berbagai bentuk.

Sementara ini bantuan yang disalurkan bersumber dari Struktur PKS, Kader dan Simpatisan yang melakukan badoncek melalui group sosial media maupun secara langsung

"Selanjutnya mulai malam ini sampai dengan besok kami merencanakan untuk menambah kapasitas tempat untuk memasak dan juga tenaga mengingat masih banyaknya korban yang terisolasi karena banjir dan juga rumah mereka yang rusak sehingga kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan," tutur dia.


Berita Terkait