Berita PKS

PKS Kuasai Pilkada Serentak di Kota Sukabumi

06 Jul 2018 | 13:53 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Sukabumi - PKS menguasai Pilkada Serentak 2018 di Kota Sukabumi. Pasangan calon yang diusung PKS, baik tingkat Pilwalkot dan Pilgub Jabar, menang di Kota Sukabumi.

KPU Kota Sukabumi rampung melaksanakan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk Pilwalkot Kota Sukabumi dan Pilgub Jabar. Untuk Pilwakot Sukabumi, pasangan Fahmi - Andri (Faham) yang diusung PKS-Demokrat unggul dengan raihan 84.245 suara. Disusul pasangan Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah) yang diusung PDIP-Golkar dengan perolehan 38.200 suara.

Posisi tiga Mulyono-Ima Slamet (Mulia) mendapat 29.249 suara, dan urutan terakhir pasangan Dedi R Wijaya-Hikmat Nuristawan meraih 12.589 suara. Total suara sah yang masuk sebanyak 175.997 suara. Sebanyak 164.283 merupakan surat suara sah dan 11.714 suara tidak sah.

Sementara untuk Pilgub Jabar, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusung PKS - Gerindra menempati posisi pertama dengan raihan 59.410 suara. Urutan kedua Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) 53.749 suara, posisi ketiga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) 32.889 suara, dan peringat buncit pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) mendapat 20.579 suara.

"Total suara yang masuk pada Pilgub Jabar di Kota Sukabumi sebanyak 176.157 suara dengan suara sah sebanyak 166.627 suara dan tidak sah sebanyak 9.530 suara ," kata Ketua KPU Kota Sukabumi Hamzah, Kamis (5/7/2018).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengatakan pelaksanaan Pilkada serentak di Sukabumi berjalan lancar. Hal itu berkat sinerginya personel TNI dan Polri.

"Kita patroli bareng-bareng dan itu jauh dilakukan sebelum gelaran Pilwakot dan Pilgub ini berlangsung, kita memantau situasi tiap wilayah dengan membuat pemetaan, ini wilayah rawan, ini aman dan sebagainya. Alhamdulillah, ketika tahapan dimulai semuanya bisa dikendalikan," kata Susatyo kepada awak media, Kamis (5/7/2018).

Ia menyatakan telah memetakan titik rawan sehingga baik polisi dan TNI memantau lebih intensif di lokasi rawan. "Kami melakukan pendekatan humanis, persuasif oleh Bhabinkantibmas dan Babinsa, Kapolsek dan Danramil sampai Kapolres dan Dandim. Kita rangkul tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh partai politik kita ajak ngopi bareng dan itu terbukti efektif namun yang jauh lebih utama adalah netralitas kami," bebernya.

"Kami juga memberikan pemahaman ke masyarakat, pemilihan walikota dan Pilgub ini adalah pestanya rakyat yang namanya pesta harus menggembirakan dan menyenangkan. Sesuatu yang biasa dalam berdemokrasi," lanjutnya.

Dandim 0607 Letkol Kav Mujahidin menjelaskan iklim sinergis antara TNI - Polri memang sudah dibiasakan jauh sebelum gelaran Pilkada.

"Anggota kita hingga tingkatan bawah sudah terbiasa bersama Polri, mulai dari program anjangsana, silaturahmi ke warga sampai aksi-aksi sosial masyarakat. Ketika Pilkada akan dimulai kita hanya mengaktifkan kembali simpul itu, dengan memperbanyak kegiatan bersama," jelasnya.

Sumber: Detik.com