Info Seputar Crisis Center for Rohingya. Klik di sini!

Berita PKS

PKS Bantul Galang Dana Kemanusiaan Rohingya

06 Sep 2017 | 14:56 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Ilustrasi

Bantul (6/9) -- Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya terkait konflik kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

"Kami telah menerima surat resmi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) agar melakukan penggalangan dana kemanusiaan dan juga seruan doa atas konflik di Myanmar," kata Sekretaris Umum DPD PKS Bantul Setiya di Bantul, Rabu (6/9/2017).

Menurut dia, PKS Bantul aktif melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban para pengungsi yang menjadi korban, selain itu PKS juga menyerukan untuk melakukan doa agar konflik kemanusiaan tersebut bisa segera berakhir damai.

"PKS memandang bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus berperan serta aktif dalam perdamaian dunia. Sebagaimana amanah yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata anggota DPRD Bantul ini.

Amanah itu, kata dia, berbunyi, sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Ia mengatakan, aksinya akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing. Dan di pengurus pusat, PKS mendorong pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk aktif bersikap atas kejadian ini.

"Sementara kami yang di level daerah dengan menggalang dana kemanusiaan dan doa untuk Rohingya. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang resmi terdaftar. Dan kami laporkan secara berjenjang ke pusa," katanya.

Menurut dia, pihaknya juga menghimbau agar aksi solidaritas kemanusiaan untuk Rohingya dilakukan secara damai dan menjaga stabilitas keamanan.

"Konflik kemanusiaan yang di depan mata kita dan pada zaman yang sudah sangat maju seperti ini memang membuat kita semua prihatin, namun ekspresinya tetap harus kondusif," katanya.

Sumber: AntaraNews.com