Berita PKS

Periode Kedua, Cicit KH Hasyim Asy'ari akan Terus Perjuangkan Pesantren Bareng PKS

14 Aug 2019 | 16:54 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Abdul Hadi Wijaya saat bersilaturahim dan menjaring aspirasi dari Pesantren di Jawa Barat selama menjabat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2014-2019 (dokpri)

Bandung -- Cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, Abdul Hadi Wijaya kembali terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2019-2024 mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat ini mengatakan, dalam periode kedua sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ia akan meneruskan fokus pengembangan dunia pesantren. Ia menyebut akan berkontribusi aktif guna mendorong segera rampungnya UU Pesantren di DPR RI.

Selain itu, Abdul Hadi juga ingin memastikan program kewirausahaan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa terealisasi secara baik di lapangan. Abdul Hadi yang sudah berkeliling di 400 titik pesantren dan majelis taklim di Jawa Barat masih melihat ada beberapa pesantren yang belum diberikan bekal ilmu wirausaha.

"Jadi saat bantuan modal wirausaha turun, pesantren dipastikan sudah siap dan harus ada tenaga pendamping yang berkualitas dan berdedikasi agar membantu pesantren berdaya," papar Abdul Hadi.

Hadi juga melihat pesantren bisa ikut memberdayakan produsen lokal agar bisa mandiri. Hadi melihat saat ini yang diperlukan adalah mempertemukan produsen lokal dengan pesantren dan pihak-pihak yang memerlukan keilmuan dari pesantren.

Ia mencontohkan Jawa Barat sebagai produsen padi yang sangat besar tetapi tata niaga di lapangan masih sangat tergantung pada tengkulat. Padahal, papar dia, pesantren juga memerlukan pasokan padi langsung dari petani.

"Saya akan advokasi biar terjadi bisnis langsung dari petani sebagai produsen kepada pesantren lewat badan hukum yang dimiliki oleh kedua belah pihak. Dengan demikian akan terjadi modifikasi manajemen supply antara produsen dengan konsumen langsung yakni pesantren," terang dia.


Berita Terkait