Berita PKS

Pemimpin yang Dicintai

08 Oct 2018 | 16:54 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al-Jufry menyapa masyarakat terdampak gempa di Kotarindau, Palu, Sulawesi Tengah (08/10) (dok Humas DPP PKS)

Oleh : Soekiswo

Menyandang status eks Dubes RI dan eks Menteri Sosial tidak serta merta menjadikan sosok Habib Salim Segaf Al-Jufri merasa perlu di istimewakan. Hal ini terlihat saat ia bertemu langsung dengan masyarakat Palu, tempat di mana kakeknya mendirikan Yayasan Al-Khairaat. Gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan Sigi beberapa waktu lalu, menggerakkan hati Habib Salim untuk datang dan meninjau langsung kondisi daerah terdampak gempa.

Bermalam di posko pun menjadi pilihannya, di mana ia tidur bersama tim relawan PKS. Relawan ini datang dari berbagai daerah untuk menolong korban gempa, baik untuk melakukan evakuasi atau mendistribusikan bahan makanan ke pengungsian. Hampir setiap hari sejak hadir di Kota Palu, ia selalu menyempatkan diri agar bisa menyambangi titik terparah akibat gempa tsunami, seperti di Desa karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Jumat (8/10/2018) lalu. Hampir 10 hektar lahan pertaniannya alami gagal panen karena bendungan tersumbat aliran lumpur setelah digoncang gempa dahsyat 7,7 SR.

Menjelang waktu shalat Jumat, Habib Salim mendatangi desa Kotarindau. Di tempat ini, ia didaulat menjadi khatib dan Imam shalat Jumat. Sepanjang mata memandang, ada pertanyaan yang menyeruak hati. Begitu dahsyatnya gempa yang terjadi, beberapa tempat di desa ini tidak rusak. Bahkan bisa dibilang, tempat tinggal mereka aman untuk ditinggali. Seperti di tempat ini, yang konon oleh kakek dari Habib Salim Segaf Al-Jufri yaitu Habib Idrus bin Salim Al-Jufri didirikan sekolah Al-Khairaat. Sehingga kehidupan masyarakat terlihat sangat religius hingga sekarang.

Usai shalat Jumat, salah satu pengurus masjid lalu mengajak Habib untuk menyambangi rumahnya yang berdekatan dengan masjid. Dengan penuh ramah, Habib Salim mengiyakan ajakan tersebut. Setiba dirumah tersebut, ternyata sudah berkumpul ibu-ibu yang menanti kedatangannya.

"Selamat datang Habib, assalamu'alaikum," teriak seorang ibu seperti sudah mengenal lama Habib Salim.

"Ini Ibu Nur, Habib. Teman Habib waktu kecil. Ibu Nur ini korban gempa, makanya beliau ngungsi disini," tambahnya lagi sambil memegang ibu yang sudah cukup tua, berusaha mendekatkannya dengan Habib Salim.

"Yang penting hatinya tidak gempa, 'kan?" Jawab Habib Salim sambil bergurau. Sontak saja ibu-ibu tertawa mendengar gurauan Habib Salim.

"Nanti pemilu pilih partai apa?" tanyanya.

"Pekaeeees...", Jawab ibu-ibu dengan lantang.

"PKS Nomor berapa?" Habib Salim Kembali memberikan pertanyaan.

"Delapaaan...", Jawab ibu-ibu kembali.

"Nah, kalau delapan tanganya begini, siap terbang," katanya sambil memperagakan kepakan sayap dengan kedelapan jarinya.

Suasana siang itu penuh keakraban dan kekeluargaan. Tak lupa, ibu-ibu meminta berfoto bersama Habib Salim Segaf Al-Jufri. Inilah sosok pemimpin yang dicintai rakyat dan dekat dengan rakyat.

Palu (7/10/2018)