Berita PKS

Pelemahan Rupiah Serta Kenaikan Harga BBM dan Pangan Menekan Perekonomian Indonesia

15 May 2018 | 10:10 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Pelemahan Rupiah Serta Kenaikan Harga Bbm Dan Pangan Menekan

Perekonomian Indonesia

Sampai akhir tahun 2018 akan terjadi tekanan terhadap perekonomian Indonesia, yang disebabkan oleh pelemahan kurs rupiah, kenaikan harga BBM, dan kenaikan harga pangan yang akan semakin membebani kehidupan masyarakat. Dua bulan yang lalu, Pada perdagangan Kamis (1/3/2018) pagi, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level psikologis Rp 13.800 per dollar AS. Pada perdagangan bulan ini, Kamis (10/5/2018) pagi, nilai tukar rupiah sudah menyentuh Rp 14.095 per dolar AS (asumsi makro APBN 2018 Rp 13.400 per dolar AS). Untuk menguatkan Rupiah agar tidak melemah semakin dalam, Bank Indonesia melakukan intervensi stabilisasi Rupiah sehingga mengurangi cadangan devisa (cadev), hal tersebut terlihat ketika Bank Indonesia merilis posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2018 sebesar 128,06 miliar dolar AS yang turun 3,92 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2018 sebesar 131,98 miliar dolar AS (termasuk untuk pembayaran kewajiban utang dan pembiayaan import pada bulan Februari).

Cadangan devisa kembali berkurang 2,06 miliar dolar pada akhir maret 2018, menjadi 126 miliar dolar AS. Dan pada akhir bulan April 2018 cadangan devisa kembali berkurang 1,10 miliar dolar menjadi 124,9 miliar dolar AS. Selama tiga bulan berturut (Februari-Maret-April), cadangan devisa berkurang dari 131,98 miliar dolar AS menjadi 124,9 miliar dolar AS. Terjadi pengurangan cadangan devisa sebesar 7,08 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 99,459 triliun[1], atau terjadi pengurangan cadangan devisa sebesar 5,36% dari kondisi cadangan devisa pada akhir Januari 2018.

Pelemahan Rupiah yang terjadi, sebelumnya juga sudah didahului oleh tren kenaikan harga minyak di pasar global mendekati 80 dolar AS per barel. Bahkan harga minyak mentah dunia hari ini, WTI Crude Oil 70,70 dolar AS per barel dan Brent Crude Oil 77,12 dolar AS per barel, prediksi harga minyak mentah dunia setahun adalah 81 dolar AS per barel. Sedangkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan Maret adalah 54,19 dolar AS per barel dan bulan April 59.92 dolar AS per barel (asumsi makro APBN 2018 sebesar 48 dolar AS per barel). Meskipun pemerintah telah menyatakan bahwa harga premium dan solar (BBM Bersubsidi) tidak berubah dan pemerintah akan menambah subsidi premium dan solar agar harga per liternya tetap Rp 6.450 dan Rp 5.150 sampai akhir tahun, namun untuk harga BBM non Subsidi disesuaikan dengan kondisi perkembangan harga minyak dunia. Sehingga pada tanggal 24 Februari lalu PT. Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Solar non Subsidi.

Turunnya produksi beras 3,2 juta ton, jagung 1,6 juta ton, dan kedelai 93 ribu ton, dikarenakan besarnya konversi alih fungsi lahan selama sepuluh tahun terakhir, maka menjadikan Indonesia semakin tergantung dengan import pangan. Dalam tiga tahun terakhir, total Import Pangan 7 komoditas utama (Beras, Jagung, Kedelai, Gandum, Gula Tebu, Ubi Kayu, Bawang Putih) secara volumetrik terus meningkat dari 21,7 juta ton (2014) menjadi 25,2 juta ton (2017). Volume import Beras, Jagung, dan Ubi kayu cenderung fluktuatif selama tiga tahun terakhir. Namun import Kedelai, Gandum, Gula Tebu, dan Bawang Putih cenderung selalu meningkat. Import Kedelai meningkat dari 5,84 juta ton (2014) menjadi 7,06 juta ton (2017), import Gandung meningkat dari 7,73 juta ton (2014) menjadi 11,64 juta ton (2017), import Gula Tebu meningkat dari 3,03 juta ton (2014) menjadi 4,55 juta ton (2017), dan import Bawang Putih meningkat dari 494,6 ribu ton menjadi 559,7 ribu ton (2017)[2]. Kenaikan volume import kebutuhan pangan dalam kondisi melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga BBM, akan mendorong kenaikan harga pangan import selain kenaikan harga pangan karena meningkatnya permintaan selama bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini (Jakarta, 14 Mei 2018. Oleh: Memed Sosiawan, Bidang Ekuintek-LH, DPP PKS).

[1] Kurs dolar 3 bulan terakhir, Rp 14.048 per dolar AS. http://kursdollar.net/grafik/USD/. Diunduh: 14/05/18; 0853.

[2] DA. Santosa 2018. Diolah dari Pusdatin Kementan 2014-2017.


Berita Terkait

pb
policy brief