Info Seputar Crisis Center for Rohingya. Klik di sini!

Berita PKS

Ngaji Budaya Menjaga Indonesia, Presiden PKS Sampaikan Tiga Pesan

11 Aug 2017 | 23:10 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Suasana segar Ngaji Budaya di Aula Utama MD Building Jakarta Selatan

Jakarta (11/8) - Bidang Seni Budaya DPP Partai Keadilan Sejahtera mengadakan agenda bulanan yang keempat Ngaji Budaya dengan tema "Rumah Indonesia Siapa yang Menjaga?"

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan tiga pesan agar kita bisa menjawab pertanyaan tentang siapa yang menjaga Indonesia.

"Ini adalah pertanyaan retoris dan semua tahu. Yang menjaga ya kita. Ternyata menjaga tidak semudah untuk mendapatkannya. Kita terkoyak oleh tarikan-tarikan kepentingan," kata Sohibul dalam sambutan Ngaji Budaya di Aula Utama MD Building Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).

Di Indonesia, katanya, tidak bisa dipisahkan atau dinegasikan oleh kelompok kelompok nasionalis religius. Kedua hal tak bisa dipisahkan dalam pembangunan bangsa Indonesia.

"Kita harus sama-sama mencari keindonesiaan agar tetap utuh di pentas internasional. Negara yang punya modal sosial tinggi, yang bisa membuat maju bangsa. Yang low trust tidak akan mengalami kemajuan. Intinya maju mundurnya diwujudkan konstruksi sosial. Sosial capital sangat penting sebagai modal," ujarnya

Menurut Sohibul, setidaknya ada tiga modal sosial untuk mewujudkan kemajuan Indonesia.

"Sense of belonging rasa memiliki negeri ini. Tidak boleh ada satu kelompok klaim yang hanya suatu kelompok tersebut yang memiliki Indonesia. Oleh karena sense ini harus dikembangkan. Jangan sampai kita malu memiliki Indonesia," ungkap Sohibul.

Yang kedua, kata dia, adalah sense of togethernees. Rasa kebersamaan untuk Indonesia. Tidak hanya PKS saja untuk mengembangkan. Sense ini harus dimiliki semua orang. Di PKS mengenal musyarokah. Bekerja sama dengan orang lain dan melibatkan orang lain.

"Yang ketiga adalah mutual trust. Kita sebagai bangsa yang berbeda-beda. Kita yakin semua bangsa punya niat yang baik bagi kemajuan negeri ini. Tinggal pembuktiannya. Jangan percaya dengan orang berniat baik tapi dekat dengan narkoba atau kekerasan baik fisikal maupun verbal seperti yang terjadi belakangan ini," ujarnya.

"Mari belajar untuk saling percaya. Ketiga hal tersebut tidak akan terbentuk tanpa memahami komunikasi yang baik," katanya.

Dalam agenda itu Bidang Seni dan Budaya DPP PKS menghadirkan penulis dan ustaz muda Salim A. Fillah dan budayawan Prie GS.


Berita Terkait