Berita PKS

MSI Bagikan 6 Resep Bangun Kompetensi Milenial Sukses

21 Nov 2018 | 11:00 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam "Dialog Antar Generasi" di Kantor DPP PKS, Ahad (18/11) (dok Humas PKS)

Jakarta (19/11) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman membagikan 6 (enam) resep bagaimana membangun kompetensi milenial yang sukses.

Menurutnya, kompetensi adalah syarat utama menghadapi tantangan zaman saat ini. Perkembangan teknologi yang hampir meniadakan jarak menghadirkan peluang dan ancaman sekaligus.

"Perubahan zaman dengan kemajuan teknologi selalu menghadirkan dua hal, yaitu sesuatu yang mengancam diri kita dan sesuatu yang memberikan peluang bagi kita. Oleh karenanya, penuhi otak kalian dengan ilmu yang besar, perbesar kompetensi kalian agar siap menghadapi segala tantangan zaman," ungkap pria yang akrab disapa Kang Iman dalam Dialog Antar Generasi di Kantor DPP PKS, Ahad (18/11/2018).

Keenam resep itu menurut Kang Iman adalah membangun prestasi akademik, mengasah kemampuan berwacana dan berpikir strategis, pandai membuat jaringan, terlibat dalam aktivitas sosial, melatih hidup mandiri serta terlibat dalam kegiatan keagamaan.

Membangun akademik, menurutnya memiliki peran penting menjadi milenial sukses. Meski IPK bukan satu-satunya indikator, ia berpesan agar milenial menjadi mahasiswa yang berprestasi.

"Prestasi akan mengantarkan pada kesuksesan. Lalu, asahlah kemampuan berwacana dan berpikir strategis dalam diskusi-diskusi. Jangan takut berbuat salah. Karena berbuat salah saat muda, akan dilupakan orang," ujar pria kelahiran Tasikmalaya ini.

Resep selanjutnya adalah pandai membuat jaringan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Bagi Kang Iman, keduanya penting sebagai bekal pemimpin di masa depan.

"Jika kita ingin berkiprah di dunia internasional, bangunlah membangun network serta aktif terlibat dalam aktivitas sosial. Karena kalau kalian menjadi pemimpin, dengan ikut kegiatan sosial, kalian akan tahu apa yang dirasakan masyarakat," sambungnya.

Selanjutnya, Kang Iman berpesan agar milenial menjadi kaum yang mandiri dan wirausahawan muda.

"Melatih diri hidup mandiri, seperti kegiatan entrepreneur. Memasuki umur 20 tahun, latih diri agar tidak bergantung dengan orangtua kalian. Kemandirian ini akan tercipta jika dipaksa," katanya.

Terakhir, ia berpesan bahwa menjadi milenial yang sukses harus terlibat dalam kegiatan keagaman. Sehingga akan melahirkan karakter milenial muslim yang memberikan teladan.

"Insya Allah kalian akan menjadi orang-orang yang survive di setengah abad ke depan, bahkan menjadi contoh yang baik. Begini 'loh generasi muda Muslim," imbuhnya.