Berita PKS

Maulid Nabi untuk Hadirkan Semangat Beragama Umat

06 Jan 2017 | 17:13 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta (6/1) – Dalam sejarahnya, Maulid Nabi Muhammad SAW, bukan tradisi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sendiri, bahkan juga sahabat dan kaum muslimin di era tersebut. Peringatan kelahiran Nabi terakhir ini, justru diawali oleh seorang panglima perang Islam bernama Shalahuddin Al Ayyubi saat memimpina kaum muslimin merebut Palestina dari tangan tentara salib di awal abad ke-11.

Tradisi membangkitkan semangat umat inilah yang diserap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 1438 Hijriyah. PKS rencananya akan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi pada Ahad pagi (8/1) lusa. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Igo Ilham.

Menurut Igo, PKS meyakini tradisi maulidan yang selama ini dilakukan masyarakat Indonesia cukup ampuh menjaga akidah dan hamasah (semangat) kaum muslimin untuk menjaga keberlangsungan kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Acara ini insyaAllah dihadiri jajaran pimpinan PKS, termasuk Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, juga menyertakan kehadiran para ulama dan habaib serta masyarakat sekitar Kantor DPP PKS,” ujar Igo seraya menyatakan acara ini dilaksanakan seperti acara acara maulid tahun-tahun sebelumnya, yaitu di kantor DPP PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain itu rencananya pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno juga akan turut ambil bagian di acara ini.

Dalam acara tersebut, ujar mantan Anggota DPRD DKI Jakarta ini, akan dibacakan Ratib Al-Hadad, yaitu zikir yang mengingatkan akan keutamaan dan keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW, juga taushiyah (nasehat) dari para ulama dan habaib yang hadir.

Maulid Nabi SAW di Gedung DPP PKS akan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama digelar pagi hari untuk kaum laki-laki dan sesi kedua digelar siang hari untuk kaum perempuan.