Berita PKS

Kekerasan Seksual (anak) yang Semakin Mengerikan

21 Jan 2018 | 11:08 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmi Alaydroes (dok PKSFoto)

Oleh Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmi Alaydroes

Kita kembali dibuat marah dan geram oleh kebrutalan dan nafsu binatang monster seks pemangsa anak. WS, alias Babeh telah menyodomi 41 anak di Tangerang, Banten. Dengan dalih punya ajian semar mesem dan kesaktian menyembuhkan orang sakit, pria yang berprofesi jadi guru honorer sekolah dasar (SD) itu menjerat korbannya. Para bocah polos dipancing ke sebuah gubuk kecil, dijadikan objek nafsu bejatnya.

Kekerasan seksual kepada anak sering terjadi di negeri kita. Potret buram, mengerikan dan bejat yang sangat memalukan. Semakin melengkapi betapa di negeri kita semakin banyak tindakan dan kelakuan yang sangat tidak beradab.

Kasus-kasus pornografi dan kekerasan seksual yang terjadi di negeri kita bertaburan di berbagai kota dan daerah. KPAI menemukan 218 kasus kekerasan seksual anak pada 2015, pada 2016, terdapat 120 kasus. Kemudian di 2017, tercatat sebanyak 116 kasus.

Selain kekerasan seksual terhadap anak, jumlah pemerkosaan di negeri kita juga tinggi. Misalnya saja, tahun lalu seorang siswi SMP di Bengkulu usia 14 tahun meninggal dunia diperkosa oleh belasan remaja yang sedang mabuk minuman keras. Dia dicegat dalam perjalanan pulang kemudian dibunuh dan mayatnya dibuang ke jurang. Pelakunya adalah remaja lelaki, kebanyakan masih remaja dan berstatus pelajar.

Komnas Perempuan melaporkan suatu hasil survei dari 25.213 responden yang disurvei secara daring, sekitar 6,5 persen -- atau 1.636 orang -- mengatakan mereka pernah diperkosa. Dan dari jumlah itu, 93 persen mengatakan mereka tidak melaporkan kejahatan tersebut, karena takut akibat-akibatnya.

Korban kekerasan seksual akan sangat menderita. Setidaknya mereka akan mengalami:

a. Dampak Psikologis

Dari hasil studi sebanyak 79 persen korban kekerasan dan pelecehan seksual akan mengalami trauma yang mendalam, selain itu stres yang dialami korban dapat menganggu fungsi dan perkembangan otaknya.

b. Dampak Fisik

Kekerasan dan Pelecehan seksual pada anak merupakan faktor utama penularan Penyakit Menular Seksual (PMS). Selain itu, korban juga berpotensi mengalami luka internal dan pendarahan. P

ada kasus yang parah, kerusakan organ internal dapat terjadi. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Hal ini dipengaruhi oleh umur korban dan tingkat kekuatan pelaku saat melakukan kejahatannya.

c. Dampak Sosial

Korban kekerasan dan pelecehan seksual sering dikucilkan dalam kehidupan sosial, hal yang seharusnya kita hindari karena korban pastinya butuh motivasi dan dukungan moral untuk bangkit lagi menjalani kehidupannya.

Salah satu penyebab utama semakin tingginya kasus-kasus kekersan seksual adalah, semakin mudahnya akses pornografi di dunia maya, dengan ribuan situs yang sengaja ditawarkan dan disajikan kepada siapa saja dan di mana saja. Vulgar, jorok dan sangat merusak.

Meski ada UU Pornografi, ada ratusan ribu polisi dan ribuan pemuka agama dan guru, tak ada artinya bila situs-situs jorok tersebut 'dibiarkan' oleh Pemerintah. Dan kenyataanya demikian yang terjadi.

Konten-konten pornografi, begitu mudah diakses sekarang ini. Saya tidak habis mengerti mengapa Kementerian Kominfo seolah diam dan membiarkan saja? Harus ada kemauan dan kontrol yang ketat terhadap situs-situs tersebut.

Selain itu, gerakan pendidikan moral dan pendidikan seksual yang efektif harus diberikan di sekolah-sekolah. Hukuman yang berat, yang menimbulkan efek jera harus diterapkan kepada pelaku yang terbukti. Kalau perlu sampai kepada hukuman mati, bila pelaku sudah keterlaluan dan merusak hidup korban dan keluarganya.