Berita PKS

Kebhinnekaan Terusik, Negara Menjadi Gaduh

28 Nov 2016 | 11:01 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi

Banjar (28/11) – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi menilai saat ini Negara Indonesia sedang gaduh karena sedang terusik kebhinnekaan-nya. 

Oleh karena itu, Aboe mengingatkan agar masyarakat terus menjaga kebhinekaan, karena itu adalah modal dasar persatuan.

“Negara kita ini puluhan ribu pulau, ratusan suku dan bahasa, karenanya tanpa adanya persatuan republik ini akan hancur. Persatuan akan tumbuh ketika kita bisa menjaga kebhinekaan di antara kita. Oleh karenanya, MPR selalu menyelenggarakan sosialisasi empat pilar, salah satunya adalah untuk menguatkan tali kebhinekaan” papar Aboe dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Banjar (25/11).

Menurut Aboe, salah satu penyebab terusiknya Kebhinekaan Indonesia karena ulah seseorang yang  tidak bisa menjaga ucapan. Aboe menegaskan sebagai bangsa yang beradab seharusnya, Bangsa Indonesia,bisa menjalin tenggang rasa dan menghormati perbedaan.

“Kita harus saling menghormati, tak perlu menista kitab suci orang lain. Hal ini sangat berbahaya, dan dapat mengancam persatuan nasional,” papar Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan ini.

Oleh karena itu, Aboe mengingatkan kepada peserta sosialisasi Empat Pilar MPR agar selalu menjaga kebhinekaan dengan tenggang rasa dan saling menghormati.

“Saya berpesan, kita tidak perlu mengomentari agama orang lain, ataupun ajaran orang lain. Biarkanlah mereka menjalankan agama dan ibadahnya sesuai dengan kepercayaannya. Dengan menjaga sikap yang demikian akan menjadi harmoni di tengah masyarakat,” jelas Anggota Komisi III DPR RI ini.

Sebagai anggota DPR yang bermitra dengan Kapolri, dirinya juga berpesan kepada Jend Pol Tito Karnavian agar mengajak semua jajarannya untuk dapat bekerja secara profesional.

“Saya sampaikan kepada beliau untuk menegakkan aturan sebagaimana mestinya. Rasa keadilan masyarakat sedang bekerja, kalaupun mereka berdemo disebabkan selama ini setiap penista agama selalu ditahan, sedangkan pada kasus ini mereka belum melihat hal itu,” tegas Aboe.