Berita PKS

Kebersamaan dan Harmoni di Kongres Keluarga Indonesia Ke-2

23 Dec 2017 | 23:31 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Oleh Wirianingsih (Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS)

Kongres Keluarga Indonesia Ke-2 (KKI 2) sudah selesai Kamis 21 Desember 2017 petang. Alhamdulillah.

Acara ini memiliki tujuan:

1). Mendorong negara lebih peduli pada pembangunan yang ramah keluarga.

2). Mengajak semua elemen pemangku kepentingan (stake holder); para tokoh agama, pegiat ketahanan keluarga, ormas, aktivis LSM, akademisi, para orang tua dan anak muda, untuk bersatu membangun Indonesia berbasis ketahanan keluarga.

3). Mengingatkan kader dakwah untuk terus bergerak menjadi model dalam gerakan pengarusutamaan keluarga Indonesia.

Maksud dari pembangunan ramah keluarga adalah bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan oleh negara harus memperhatikan faktor keluarga. Apakah berdampak positif atau negatif. Apakah anak-anak terdampak hasil kebijakan? Faktor apa yang mendukung dan yang menjadi ancaman. Faktor yang mendukung harus dikuatkan, dan faktor yang menjadi ancaman harus dihindari atau dihilangkan. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Demi masa depan kehidupan yang lebih baik.

Keluarga adalah pondasi penting dalam bangunan negara.Tidak akan berdiri suatu negara tanpa adanya bangunan keluarga. Namun bisa jadi ada bangunan keluarga tanpa adanya negara.

Keluarga adalah institusi alamiah sejak manusia ada di dunia ini. Ia yang awal dan yang terakhir. Hanya keluarga yang bisa menerima seseorang apa adanya.

Objek pembangunan itu sendiri adalah manusia yang lahir dari keluarga-keluarga. Negara yang tidak memperhatikan faktor keluarga, cepat atau lambat akan mengalami kemerosotan dalam berbagai segi kehidupan. Kemerosotan yang paling berbahaya adalah kemerosotan moral. Tidak ada maknanya kehidupan jika bangunan fisik maju namun pada saat yang sama bangunan mental dan moralnya mengalami kemunduran atau kehancuran.

Apa yang dibangun hari ini akan dipetik oleh generasi yang akan datang. Dalam rentang dua puluh tahun ke depan Indonesia akan mendapat anugrah bonus demografi, yang jika tidak dikelola dengan tepat akan berubah menjadi bencana.

Terima kasih kepada para pejuang peradaban. Anak cucu bangsa Indonesia akan bangga kepadamu
Kau telah melakukan sesuatu untuk selamatkan masa depan Indonesia.