Berita PKS

Ke KPU, PKS Lakukan Long March Diiringi Hadrah

14 Oct 2017 | 13:32 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal didampingi Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman serta jajaran pengurus DPP PKS berjalan kaki saat mendaftar ke kantor KPU di Jakarta, Sabtu (14/10). (Juliyanto/PKS Foto)

Jakarta (14/10) - Jajaran Pimpinan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS melakukan long march ke Kantor Komisi Penilihan Umum (KPU) Pusat, Sabtu (14/10/2017). Longmarch tersebut dilakukan dari Jalan Sumenep hingga di kantor KPU di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dengan iringan hadrah dari Majelis Ilmu Pemuda Alhidayah (MIPA) Tanah Abang.

Jajaran DPP tersebut terdiri dari Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, Mahfudz Abdurrahman (Bendahara Umum), Abdul Hakim (Wasekjen), Ahmad Ru’yat (Wilda Banjabar), Muhammad Kasuba (Wilda Indonesia Timur), Sugeng Susilo (Wilda Nusa Tenggara-Bali), Anggota Komisi II DPR FPKS Sutriyono, Kurniasih Mufidayati (Bid. Pekerja, Petani dan Nelayan), Sri Utami (BPDO), Iceu Hernawati (Bid. Perempuan dan Ketahanan Keluarga), dan Dedi Supriadi (Humas).

Barisan terdepan yang berisi jajaran Pimpinan DPP PKS memegang spanduk bertuliskan "Insya Allah PKS Siap Menang" sementara di belakang yang terdiri dari kader PKS memegang bendera PKS dan hadrah dari MIPA.

Mustafa Kamal mengatakan seluruh dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk verifikasi partai politk telah dilengkapi PKS. “Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di KPU, PKS sampaikan dokumen 100 persen seluruh 34 provinsi (DPW) dan DPP,” ujar Kamal.

Mustafa menilai PKS berusaha memenuhi lebih dari standar yang disyaratkan oleh KPU. “PKS siapkan lebih dari 75 persen, termasuk dari daerah yang jauh sekali pun. Di tingkat kecamatan pun demikian (lebih dari persyaratan),” tambah Kamal.

PKS meyakini seluruh pengurus dan kader telah siap menyambut tahun politik di 2018 dan 2019. “Kami bersyukur PKS tidak mengenal libur dalam membangun basis kerakyatan dan keumatan, untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil dan sejahtera,” tutur Mustafa.