Berita PKS

Handi Risza: Dahsyat! Debat Pilpres 2 dan Kesadaran Kolektif Publik

20 Feb 2019 | 14:45 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Handi Risza

Jakarta -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi Handi Risza menyampaikan pandangannya tentang Debat Pilpres 2 lalu, Senin (18/02/2019). Menurutnya pada periode ini kesadaran koletif publik mulai muncul dari masyarakat.

"Dashyat! Betapa tidak setiap ucapan baik dalam bentuk data, peristiwa dan kebijakan langsung di crosscheck kebenarannya oleh publik. Kesadaran kolektif publik mulai bangkit, ketika Capres 01 menyebutkan sudah tidak ada lagi kebakaran hutan tahun 2018, lembaga sekelas Greenpeace langsung mengklarifikasi data tersebut," terang Handi.

Beberapa kali Capres 01 memberikan data, namun data yang diberikan sebagai konten dari argumennya terbantahkan oleh netizen yang mencari kebenaran data terkait.

"Ketika Petahana menyebutkan sudah tidak ada lagi konflik agraria pada sepanjang tahun 2018, tidak selang berapa lama kita langsung disuguhi informasi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Hal yang sama juga terjadi ketika Capres 01 dengan bangga mengungkapkan total produksi beras tahun 2018, begitu pula dengan data impor jagung. Lagi-lagi terbantahkan," ucap Handi.

Menurut Handi, dalam debat tersebut berkali-kali Prabowo menanggapi dengan tenang ketika argumen yang disampaikannya disanggah oleh data yang di lampirkan lawan namun hal tersebut bukanlah sebab penampilannya dibawah perform.

"Penampilan Prabowo malam itu bukannya dibawah perform, tetapi beliau memilih untuk mempertahankan adab dan etika yang beliau yakini selama ini. Beliau tetap menyerang tapi dengan cara yang elegan, tidak menyerang pribadi tetapi kebijakan," jelas Sekretaris Bidang Ekuintek DPP PKS ini.

Dari penampilan kedua calon malam itu Handi juga menambahkan bahwa lawan yang dihadapi oleh Capres 01 bukanlah Prabowo Sandi tetapi publik yang sedang resah.

"Penampilan Prabowo malam itu, telah membalikan stigma publik selama ini, bahwa seseungguhnya beliau adalah pemimpin yang baik dan sabar. Bahkan beliau telah menjadi pemenang di hati publik. Jadi sejatinya Capres 01 saat ini sedang tidak berhadapan dengan Prabowo Sandi sebagai Capres penantang, tetapi telah berhadapan dengan publik yang resah, gelisah, geram dan marah dan marah dengan setiap pencitraan yang dilakukannya selama ini," pungkasnya.