Berita PKS

Hadiri Agenda COP 23 di Jerman, Akmal Promosikan Kopi Khas Bulukumba

13 Nov 2017 | 09:54 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Akmal Pasluddin menghadiri Conference of the Parties ke-23 (COP 23) di Jerman, Sabtu (11/11)

Bonn (12/11) – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Akmal Pasluddin menghadiri Conference of the Parties ke-23 (COP 23) di Jerman, Sabtu (11/11) waktu setempat.

Dalam kesempatan berharga itu, Akmal ikut serta mempromosikan hasil produksi dari petani di daerah pemilihannya, Bulukumba, Sulawesi Selatan, berupa Kopi Kahayya.

Akmal menegaskan kopi Indonesia perlu menjadi identitas kebanggaan dunia. Sebab, produk unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan ini dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat internasional.

"Kopi Kahayya ini asli produksi dari Bulukumba, Sulawesi Selatan. kualitas dan rasanya tidak kalah nikmat dibanding dengan kopi Toraja yang juga dari Sulawesi Selatan. Saat ini, Indonesia menjadi produsen kopi ke-empat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia," ujar Akmal kepada delegasi dan pengunjung kegiatan di acara tersebut.

Pada konferensi sebelumnya, yakni COP 22 tahun 2016, di Maroko, Akmal juga turut aktif untuk mendorong program nasional pada penurunan emisi, ketahanan pangan, hingga pengentasan kemiskinan.

Pada momen itu, Akmal juga mendorong pemerintah Indonesia agar memaksimalkan Blue Carbon karena potensi alam yang dimilikinya. Sebab, bentangan pantai Indonesia yang sangat panjang, bahkan terpanjang kedua setelah Kanada yakni 99.093 kilometer, akan sangat mendukung Blue Carbon jika pemerintah serius.

“Pada jalur untuk menempuh penurunan emisi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, menjadi pertimbangan penting mengaktifasi fungsi ekosistem laut dan mangrove,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II ini.

Sedangkan pada kegiatan COP 23 Bonn, Jerman, tahun ini, Legislator PKS ini turut mempromosikan Kopi Kahayya kepada delegasi dari negara lain sebagai salah satu produk kopi asli Sulawesi Selatan yang berkualitas. Kopi Kahayya oleh beberapa sudah dikenal dengan kualitas dan rasa yang baik.

Akmal mengatakan, bahwa Kopi Kahayya ini adalah jenis Arabika yang tumbuh pada ketinggian 800 – 1800 mdpl. Mengenai cita rasa, ia meyakinkan bahwa lidah tidak pernah berbohong. Termasuk lidah orang barat pun akan mengakui betapa nikmatnya kopi Kahayya ini.

“Selama ini, dunia Internasional telah mengenal kopi terbaik dari Indonesia antara lain, Kopi Jawa, Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Wamena dan Kopi Luwak. Untuk itu, dunia perlu mengerti, bahwa Kopi Kahayya merupakan kopi yang perlu masuk dalam daftar pencarian,” jelas Akmal.

Anggota Badan Anggaran ini berharap produksi lokal Indonesia dapat semakin maju dan berkompetisi di dunia internasional.

Sebelumnya, ia juga telah mendorong kepada pemerintah Indonesia agar menjadikan kopi terbaik Indonesia menjadi identitas negara di dunia Internasional. Negara Indonesia perlu berfokus pada produk unggulan yang memiliki daya saing di dunia, seperti Kopi yang diproduksi di Indonesia.

Salah satu bentuk fokus pemerintah, yaitu pada pengembangan kopi nusantara sebagai bentuk kebijakan untuk meningkatkan kemampuan petani kopi, baik petani pemilik maupun penggarap lahan kopi. Salah satunya adalah mereka dipermudah untuk mengakses modal.

"Dengan adanya kegiatan internasional seperti COP 23 ini, menjadi satu momen untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia. Semoga produk kita dapat terus semakin maju dan bersaing di tingkat Internasional. Beberapa pengunjung yang hadir tadi, memberi apresiasi positif terhadap kopi Kahayya produksi Bulukumba." ungkap Andi Akmal Pasluddin.