Berita PKS

Hadapi Pilkada Depok 2020, PKS Siapkan Amunisi Melalui Visi Misi Lima Bakal Calonnya

07 Oct 2019 | 14:16 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Depok (07/10) -- Lima bakal calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adu visi misi dalam Dialog Publik Bakal Calon Wali Kota Depok 2020 yang diadakan PKS di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Sabtu (5/10/2019).

Lima bakal calon (balon) Wali Kota Depok, Jawa(PKS) adu visi dan misi di hadapan para kader internal partai tersebut.

Kelima balon tersebut yakni Hafid Nasir, Imam Budi Hartono, Tengku Farida Rachmayanti, Amri Yusra, dan. Muhammad Supariyono.

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) DPD PKS Kota Depok, TM Yusufsyah Putra mengatakan, bahwa tidak ingin menjadi partai yang jumawa walaupun peraihan kursi di DPRD Depok sebanyak 12 kursi.

"Kami telah melakukan penjaringan bakal calon walikota dari tingkat bawah. Dari delapan calon yang diusulkan mengerucut jadi lima calon," ucap TM Yusufsyah Putra di Hotel Bumi Wiyata Jalan Margonda, Sabtu (5/10/2019).

Putra mengatakan, kegiatan ini tak hanya dalam rangka memperkenalkan diri dari setiap bakal calon walikota kepada masyarakat luas.

"Juga memberikan edukasi politik kepada masyarakat luas," tutur Putra.

Program Dialog Publik dikatakan Putra tak hanya diadakan satu hari ini saja melainkan juga akan dilaksanakan di 11 Kecamatan di Kota Depok.

"Sehingga calon walikota bisa mengenalkan jati diri serta menyampaikan visi misi untuk menjadi Wali Kota Depok," papar Putra.

Kelima Balon tersebut dikatakan Putra merupakan hasil Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) yang dilakukan DPD PKS Depok akhir Mei lalu.

"Giat dialog bukanlah kegiatan pencitraan, akan tetapi untuk memperkenalkan calon wali kota kemasyarakat Kota Depok dengan memaparkan visi misi dengan harapan masyarakat bisa mengamanahkan cawalkot yang diusung oleh PKS," papar Putra.

Putra mengatakan, kelima bakal calon dari PKS ini akan disurvei elektabilitas jelang diusung dan ditentukan oleh DPP PKS.

Pelaksanaan survei nantinya akan dilakukan pada November dan Desember 2019.

"Juga akan diukur uji publik untuk melihat elektabilitas dan popularitas lima bakal calon dari PKS ini," ujar Putra.

Sumber: tribunnews.com

Berita Terkait