Berita PKS

Habib Salim Segaf: Perempuan Kader PKS Kukuhkan Keluarga untuk Kukuhkan Bangsa

16 Nov 2019 | 21:28 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta (16/11) -- Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al-Jufrie sampaikan perempuan kader PKS harus mengambil peran dalam memperkukuh bangsa. Hal ini disampaikan oleh Habib Salim dalam pembukaan acara Pelatihan Kepemimpinan Nasional kader perempuan PKS, Sabtu (16/11/2019) di Jakarta.

"Kalau kita ingin bangsa yang kukuh dan kuat, perlu empat pilar yang menyangganya. Pertama, keluarga yang kukuh, kedua lembaga pendidikan yang berkualitas, ketiga masyarakat atau lingkungan yang baik, keempat media yang dibaca dan dilihat oleh masyarakat. Kalau kita lihat empat pilar ini yang kita mampu yang mana? Apalagi kita yang diluar pemerintah, kita harus dapat mengambil peran yang sesuai dengan SDM dan kemampuan kita," ungkap Habib Salim.

Menteri Sosial periode 2009-2014 ini menambahkan, kader-kader perempuan PKS dapar berkontribusi dalam memperkukuh keluarga-keluarga di Indonesia.

Karena, Habib Salim meyakini bahwa keluarga yang kukuh akan menciptakan negara yang kokoh pula, "Tidak mungkin negara kuat jika rumah tangga di masyarakat berantakan,".

Pendapat yang senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS, Wirianingsih, yang menyatakan bahwa pengukuhan keluarga sejalan dengan pengukuhan bangsa.

Oleh karenanya, Wirianingsih memulai dengan perbaikan kualitas perempuan Indonesia yang menurutnya akan berpengaruh besar terhadap kekukuhan keluarga.

"Kita tahu bahwa PKS parpol yang memperjuangkan banyak apsek termasuk didalamnya membahas tentang perempuan. Mengapa perempuan? Karena ketika kita berbicara tentang pengukuhan keluarga, maka tidak lepas dari peran perempuannya sebagai yang paling dekat dengan keluarga. Maka, peningkatan kualitas perempuan akan berbanding lurus dengan perbaikan kualitas generasi penerus, saya menyebutnya Indonesia strong from home, membangun Indonesia kuat harus dimulai dari rumah," katanya.


Berita Terkait