Berita PKS

Habib Salim Segaf: Maulid Nabi SAW Kuatkan Kesatuan Bangsa

13 Jan 2019 | 08:48 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri sebelum peringatan Maulid Nabi SAW di kantor DPP PKS Jakarta, Ahad (13/1) (Donny/PKSFoto)

Jakarta -- Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menggelar peringatan Maulid Nabi SAW di kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta, Ahad (13/1/2019).

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri mengatakan momentum Maulid Nabi SAW sebagai sarana memperkokoh kesatuan bangsa.

"Dengannya kita dikumpulkan dalam majelis. Lewat maulid kita duduk bersama dari beragam latar dan corak. Lantas bersama meneladani satu sosok yang sama, Rasulullah Muhammad SAW," papar Habib Salim Segaf sebelum acara peringatan Maulid Nabi SAW di kantor DPP PKS, Ahad (13/1/2019).

Habib Salim juga mengatakan,Maulid Nabi SAW adalah momentum kebangkitan umat. Shalahudin Al Ayyubi memulai Maulid Nabi SAW untuk membangkitkan umat yang tertidur.

"Kini umat merindukan kebangkitan itu. Apakah kita akan bergabung dalam barisan kebangkitan itu? Pastikan kita berada dalam gerbong umat menuju kebangkitan," ungkap dia.

Cucu ulama besar Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie ini mengungkapkan peringatan Maulid Nabi SAW menghidupkan syiar umat. Lewat syiar itulah umat bisa tercerahkan. "PKS akan terus hadir dalam syiar-syiar umat. Dari maulid satu ke maulid yang lain. Dari majelis satu ke majelis yang lain," ujar Habib Salim.

Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu mengatakan, Maulid Nabi SAW mengajarkan untuk meneladani yang paling baik. Umat sudah sepatutnya berkiblat ke yang paling baik. "Dan kini sudah saatnya bangsa ini menjadi lebih baik. Mendapatkan pemimpin yang baik. Mendapatkan kehidupan yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih baik," papar Habib Salim.

Dalam Maulid Nabi SAW di DPP PKS dihadiri juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua GNPF Ulama Ustadz Yusuf Martak, para habaib dan ulama.