Berita PKS

Gelar Dialog Antar Generasi, Presiden PKS: Anak Muda harus Berkontribusi buat Masyarakat

18 Nov 2018 | 18:48 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Dialog Antar Generasi di Kantor DPP PKS, Jakarta (18/11) ( Ryn/PKSFoto)

Jakarta (18/11) -- Generasi muda atau dikenal sebagai kaum Milenial, diharapkan ikut mengisi ruang kontribusi dalam berbagai bidang. Tak terkecuali dalam perjuangan dakwah, politik dan peradaban.

Untuk itu, Badan Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bekerjasama dengan Bidang Kepemudaan dan Kaderisasi DPP PKS menggelar "Dialog Antar Generasi" yang mempertemukan kader-kader muda PKS dengan para pendahulunya.

Dalam sambutannya, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berpandangan generasi muda adalah kaum yang dipenuhi dengan kreatifitas. Oleh karenanya, mereka ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat.

"Kalian harus menjadi missionaris dakwah yang menyampaikan dakwah kepada setiap umat manusia. Selalu berpikir tentang kontribusi bagi masyarakat, bagaimana memudahkan masyarakat. Kalian jangan jadi follower, tapi bagaimana menjadi leader. Menjadi yang terdepan bagi kepentingan masyarakat," ungkap pria kelahiran Tasikmalaya ini di kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (18/11/2018).

Sementara itu, Ketua BPKK DPP PKS Wirianingsih mengungkapkan, dialog ini sebagai ruang pertemuan dua generasi sehingga terjadi pewarisan semangat perjuangan.

"Agar generasi muda yang ada di lingkungan PKS, di mana selama ini orangtua mereka ini berjuang untuk memenangkan PKS juga turut bersama dalam agenda pemenangan ini," ungkap ibu yang akrab disapa Wiwi itu.

Menurutnya, dialog ini sebagai kesiapan PKS untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan menghadirkan generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan sesuai zamannya.

"Mereka lahir dari orangtua yang begitu peduli terhadap bangsa dan negara ini, sebagai sebuah gerakan dakwah, anak-anak ini harus disiapkan menghadapi zamannya. Setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing, mereka perlu mendapatkan sebuah arah dan nilai agar mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai generasi muda," jelas insipirator keluarga Indonesia itu.

Terakhir, Wiwi berharap, para kader muda yang telah menempuh pendidikan di berbagai belahan dunia ini dapat memanfaatkan momen dialog sebagai ajang kolaborasi kebaikan untuk membangun Indonesia.

"Mudah-mudahan mereka bisa saling bertukar pikiran, saling menyambung rasa dan kemudian saling berbagi. Berbagi ilmu dan berbagi kegiatan-kegiatan yang insya Allah bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," jelas perempuan yang diamanahkan sebagai Calon Anggota Legistalif (Caleg) DPR RI dari Dapil Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.