Berita PKS

Elektabilitas Naik di Survei Kompas, PKS Singgung Komitmen Hapus Pajak Motor

22 Mar 2019 | 13:19 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Juru Bicara DPP Partai Keadilan Sejahtera Pipin Sopian

Jakarta - Suara PKS naik dalam survei terbaru Litbang Kompas. PKS menilai kenaikan itu disebabkan komitmen menghapus pajak motor.

"Jadi, selain partai Islam, PKS membawa program gagasan. Jadi apa? PKS menang, kita akan komitmen menghapuskan pajak motor cc kecil, memberlakukan SIM seumur hidup, dan yang ketiga kita ingin undang-undang perlindungan agama dan simbol agama itu diterapkan di Indonesia," kata Ketua Departemen DPP PKS Pipin Sopian di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, Pipin menyinggung dampak aksi 212 yang mendongkrak suara partai Islam, termasuk PKS. Aksi yang dimulai sejak 2016 itu, menurutnya, membuat masyarakat percaya pada partai Islam.

"Mungkin ini dampak dari ledakan 212 yang dulu 2016 digaungkan. Umat Islam mulai percaya dengan partai politik Islam untuk membawa aspirasi umat Islam," ujarnya.

Dia juga menganggap hasil survei Litbang Kompas itu sebagai indikator kebangkitan politik Islam. Menurutnya, suara partai Islam selalu rendah sebelum pemilu berlangsung.

"Berarti ada respons di mana ada kebangkitan politik Islam ya, memberikan kepercayaan. Ini menjelang pemilu ya, bukan hari-H pemilu. Di mana biasanya survei selalu rendah partai Islam itu, tapi sekarang tinggi," ucapnya.

Pipin juga mengomentari suara dua partai dengan perolehan tertinggal menurut survei itu, yakni PDIP dan Gerindra. Dia berpendapat kedua partai itu diuntungkan karena capres yang diusung berasal dari partai tersebut.

"Kenapa mereka besar? Karena pertama mereka terkena coattail effect. Mereka mengusung paslon dari partai mereka masing-masing. Dan kedua, mereka memiliki ketokohan yang kuat, sedangkan partainya Islam ketokohannya tidak kuat," ucapnya.

Survei Litbang Kompas dirilis hari ini, Kamis (21/3/2019). Survei Litbang Kompas digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei itu, suara PKS menanjak dari 3,3 persen menjadi 4,5 persen. Ambang batas parlemen di Pileg 2019 sendiri adalah 4 persen.

Sumber: news.detik.com