Berita PKS

DPR Nilai Perlu Grand Design Pendidikan yang Lebih Memadai

30 Nov 2017 | 10:53 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta (30/11) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai pendidikan karakter di Indonesia belum memiliki grand design yang memadai, menyusul dua kejadian siswa tarung di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung yang berujung kematian. 

Ia prihatin dengan kejadian tersebut yang merupakan cermin dari pendidikan di negara ini, menghasilkan perilaku kriminal. “Jangan-jangan mereka tidak sadar bahwa budaya tersebut tidak terpuji dan bukan karakter siswa yang kita inginkan,” sesalnya di Jakarta Selasa (28/11), 

Menurut Fikri, pendidikan karakter yang gencar digalakkan selama ini belum diiringi dengan diskusi mengenai konten program pendidikan karakter, termasuk dalam hal tujuan atau target karakter siswa yang ingin diwujudkan. 

Anggota legislatif yang juga pernah menjadi guru ini menyayangkan kejadian seperti tersebut di atas justru  ditanggapi dengan menjadikan guru sebagai kambing hitam oleh sebagian pihak. Padahal, problem kolektif guru selama ini baik dalam hal mutu maupun kesejahteraan seperti tak pernah serius diselesaikan, baik oleh pemerintah, sekolah, maupun masyarakat. “Guru itu elemen vital bagi pendidikan, bahkan ada yang menyebut guru itu, ya kurikulum yang sesungguhnya,” ujar Fikri. 

Fikri berpendapat, kasus “gladiator” tersebut di atas hendaknya segera diselesaikan secara menyeluruh sesuai hukum dan perundangan yang ada. “Tidak hanya KUHP saja, tetapi ada UU Sisdiknas, UU tentang perlindungan anak, dan sebagainya,” tambah anggota yang terpilih dari Dapil Jawa Tengah IX itu. 

Selain itu, Fikri juga berharap agar kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud juga semua elemen untuk berembuk secara serius mengenai Rencana Induk (grand design) beserta peta jalan (roadmap) Pendidikan Indonesia dengan segala kelengkapannya, termasuk model pendidikan karakter yang dibutuhkan.