Berita PKS

Bantuan Relawan PKS Sudah Jangkau 40 Persen Pengungsi di Banten

13 Jan 2020 | 20:32 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Lebak (13/1) - DPD PKS Lebak bersama DPW PKS Banten membantu warga di enam kecamatan yang terdampak bencana banjir. Baik aliran sungai Ciberang maupun aliran sungai Cidurian.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPW PKS Sanuji Pentamarta saat mengunjungi korban bencana banjir pada Senin (13/1/2020). Diakuinya PKS sudah merambah wilayah-wilayah terdampak dan akan ke wilayah terisolir.

"Kira-kira kami sudah menjangkau kurang lebih 30%-40% dari pengungsi. 21.000 pengungsi. Memang masih banyak yang belum kita jangkau. Alhamdulillah kita sudah bekerja di enam kecamatan. Desa-desa atau wilayah yang utama yang parah, PKS sudah sampai," kata dia.

Banyak bantuan yang sudah diberikan PKS ke korban bencana.

"Pertama, kita amankan logistik makanan. Kita pastikan seluruh pengungsi, seluruh yang terdampak tidak ada yang tidak makan. Kita pastikan makan. Kita siapkan nasi, makanan siap saji, kita siapkan dapur," ujar dia.

Jumlahnya sampai sekarang ini, kata dia, sekitar 4000 orang dikali empat titik. Sekitar 16.000 makanan siap saji.

"Ya, beras ini karena masyarakat sebagian sudah mulai masuk rumahnya. Sudah mulai kita kasih alat masak. Mereka sudah mulai masak. Jadi nasi siap saji kita kurangi. Kita dorong mereka mulai masak," kata dia.

Ia mengakui masih ada daerah yang terisolir dan penduduknya mengungsi ke tempat lain.

"Daerah yang terisolir yang ini belum dan akan kita pastikan datangi adalah Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong. Tepatnya kampung Gunungjulang. Ini masih terisolir. Selain itu Desa Cigobang terisolir. Tetapi penduduknya sudah mengungsi ke Lebakgedong," jelas dia.

Ia mengaku sudah mengunjungi beberapa titik sejak hari  pertama, Rabu 1 Januari 2020.

"Saya datang ke sini air sudah naik. Sebelum jembatan putus saya sudah hadir. Di Cipanas, di Kampung Munjul saya hadir. Sampai ke Bungawari saat ada dua orang terkubur saya sudah hadir di situ," ungkap dia.


Berita Terkait