Berita PKS

Arahan Presiden PKS di HBH BPKK DPP PKS

25 Jul 2018 | 12:02 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Halal bi Halal BPKK DPP PKS

Presiden PKS  M. Sohibul Iman, Ph.D

Kamis, 16 Juli 2016

Alhamdulillah kita telah menyelesaikan ibadah di Bulan Ramadhan. Ibadah di bulan Syawal merupakan kelanjutan dari ibadah kita di bulan Ramadhan. Idealnya, ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan harus kita lanjutkan, bahkan harus ada peningkatan di bulan Syawal. Jika di Ramadhan kita berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas amal, maka begitu pula di bulan Syawal. Jika kita berupaya sekuat tenaga taat kepada Allah dan menjauhi maksiat di Ramadhan, maka begitupun di bulan Syawal. Jangan malah kembali kepada ketidaktaatan dan kemaksiatan.

Kita melewati peristiwa penting yaitu PKS memasuki usia 20 tahun. Usia dewasa, bukan lagi usia anak-anak. Sudah sepatutnyalah di usia dewasa ini PKS harus bisa menunjukkan kedewasaan dalam berperilaku politik dan berpartai, bukan semata hanya menunjukkan penambahan bilangan tahun.

Di usia 20 tahun ini, ada 3 refleksi terkait perjalanan dakwah dan partai ini.

1. Menyikapi tantangan dan fitnah dalam dakwah

Secara aksiomatik, jalan dakwah memang tak akan sepi dari bahaya dan fitnah. Sejak awal, para kader dakwah harus sadar bahaya. Hanya saja, karena kita sudah dewasa, maka cara menghadapi bahaya dan fitnah ini pasti berbeda dengan cara anak kecil.

Sebagai ilustrasi, jika kita berdiri di tepi kolam dan bersama kita ada seorang yang terkenal keusilannya akan mendorong kita ke dalam kolam, mestinya sejak awal kita sadar bahaya dan jangan berdiri di pinggir kolam karena ada kemungkinan kita akan didorong oleh kawan usil tersebut. Kalaupun kita terpaksa ada di pinggir kolam, maka kita harus siap dengan kuda-kuda yang kokoh agar tak bisa didorong ke dalam kolam.

Orang dewasa, apalagi kader dakwah, tidak akan pernah lengah terhadap bahaya, selalu waspada dan tidak grasa grusu dalam menghadapi fitnah dan mencari solusi atasnya.

Dalam peristiwa pilkada Jawa Barat, kedewasaan kader dalam menghadapi hasil survey yang menempatkan pasangan Asyik dengan elektabilitas terendah, ditunjukkan dengan kerja keras dan strategi yang matang dan pantang menyerah, termasuk operasi sosial media yang tak henti. Luar biasa kerja para kader dakwah di Jawa Barat. Akhirnya, dengan support ulama, partai pendukung dan segenap masyarakat Jawa Barat yang menginginkan pasangan Asyik memimpin, PKS yang mengusung pasangan Asyik, berhasil menjadi pemenang Pilkada Jawa Barat secara intrinsik, meskipun secara nominal kalah.

2. PKS memberi warna pada dunia perpolitikan di Indonesia

Di awal masa pendirian dahulu, Partai Keadilan dianggap sebagai partai gurem karena tidak memiliki 2 hal yang dianggap harus ada menurut rumus partai modern, yaitu tokoh dan infrastruktur. Tak ada tokoh besar yang membidani kelahiran PK dan kantor DPP saat itu mengontrak di sebuah ruko. Apalagi dengan perolehan suara yang hanya 1,6% di pemilu pertama yang diikutinya, tahun 1999.

Alhamdulillah, keberkahan Allah limpahkan kepada PKS. Saat ini banyak kalangan menilai bahwa PKS memberi warna pada politik Indonesia. Bahkan pada ajang pilpres 2019 mendatang, PKS dengan modal suara sekitar 7% mampu menjadi penentu pemenangan Presiden RI mendatang.

Dengan kedatangan para ulama GNPF beberapa waktu lalu ke kantor DPP PKS, menunjukkan bahwa PKS menjadi partai yang dipercaya untuk memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa. Karena itu, mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kader-kader PKS dan para pimpinannya, para kepala daerah dari PKS, siap mengayomi siapa saja dan mampu memberikan rasa aman, tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras.

Kepada para kader yang aktif di sosial media, harap jaga jempol. Jangan sembarangan membuat status dan menyebar berita-berita hoax. Hal itu selain akan merugikan diri sendiri, juga akan merugikan PKS sebagai sebuah partai. Masyarakat melihat banyak kerja-kerja sosial kader di lapangan, di dunia nyata, namun masyarakat juga melihat kader-kader PKS yang galak di dunia maya. Jangan ciptakan kesenjangan (disconnect) antara kerahiman kader di dunia nyata dengan kegarangan kader di dunia maya. Jangan mau menjadi pangsa pasar bagi para buzzer yang memang kerjanya membuat hoax dan kegaduhan di dunia maya. Kader PKS harus tetap santun dalam bersosial media.

3. Optimis

Yakinlah bahwa kejayaan ada di tangan Islam. Mari kita menjadi bagian yang membangun kejayaan itu. Semoga Allah swt senantiasa menjaga dan mengokohkan dakwah ini dan kita menjadi bagian yang mengokohkannya.

Disarikan oleh BPKK DPP PKS