Berita PKS

Amanat Pembangunan Infrastruktur Halsel untuk Presiden Jokowi

27 Oct 2017 | 11:14 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Babang (27/10) -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba menitipkan amanat kepada Menko Kemaritiman dan Kelautan Luhut Binsar Panjaitan untuk Presiden Jokowi terkait dengan pembangunan infrastruktur di daerahnya.

Amanat itu disampaikan Bupati Bahrain saat memberikan sambutan dalam pembukaan Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017 di Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Rabu (25/10).

"WIFT 2017, bagi Kami adalah acara sangat monumental bagi pengembangan wisata perikanan dan kelautan serta pariwisata bahari di Maluku Utara yang bisa kami persembahkan untuk Indonesia tercinta," jelas Bupati Bahrain di depan Menko Luhut, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, para bupati dan walikota di Maluku Utara, serta jajaran kepala SKPD.

Ia menjelaskan, Kabupaten Halsel adalah salah satu dari 10 Kab/Kota yang ada di Provinsi Maluku Utara yang umurnya baru 15 tahun, namun Halsel adalah kabupaten memiliki jumlah penduduk terbanyak dan terluas di Malut.

Selain itu, Halsel memiliki 237 desa yang berbasis pada pesisir dan 12 lainnay non pesisir. Mayoritas masyarakatnya adalah petani dan nelayan, yang berfokus pada tanaman kopra, cengkeh, pangan, dan rempah rempah lainnya."Sektor perikanan di Halsel juga pernah mengukir sejarah dengan memiliki tuna terbesar di wilayah timur Indonesia," papar Politisi PKS ini.

Dengan kondisi perekonomian masyarakat seperti itu, ditambah pendapatan asli daerah yang terbatas, maka Bupati Bahrain sampaikan amanah untuk dari Halsel untuk disampaikan kepada Bapak Jokowi adalah sebagai bagian untuk mendorong Nawacita dari daerah.

"Bahwa masyarakat kami yang berasal dari nelayan masyarakat kecil dan dengan perolehan keuangan daerah yang sangat terbatas, untuk itu sesuai dengan arah kebijakan nasional yang bertumpu pada pembangunan infrastruktur maka perlu kami sampaikan, dari total panjang jalan kabupaten Halsel 1832 kilometer kami hanya memiliki panjang jalan panjang yang bisa diakses sebanyak 80 kilometer. Sehingga kami berharap pemerintah pusat dapat membantu peningkatan jalan baik di provinsi maupun kabupaten kota," urainya.

Di sisi lain, Kabupaten Halsel juga memiliki pelabuhan Tol Laut Babang. Yaitu, pelabuhan laut nasional yang menjadi pintu masuk dari dan menuju ke Halsel. Sejak tahun 2016 atas inisiatif pemerintah daerah, pelabuhan nasional ini telah difungsikan juga sebagai pelabuhan kontainer yang beroperasi dari dan ke Surabaya.

Awalnya, tambah Bupati Bahrain, pelabuhan ini hanya melayani kapal-kapal besar sebanya 32 kontainer per bulan. sekarang telah mampu melayani sampai 300 kontainer per bulan untuk distribusi hasil bumi serta perikanan dari Halsel ke Pulau Jawa.

"Untuk itu kami meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah panjang pelabuhan nasional ini sepanjang 500 meter lebih lengkap dengan fasilitasnya," tegas Bupati Bahrain disambut riuhnya tepuk tangan dukungan.

Menanggapi amanat itu, Menko Luhut menjamin pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kabupaten Halsel akan berjalan dengan baik.

"Saya percaya daerah ini akan menjadi daerah yang hebat dibandingkan daerah lain dengan kerja yang kompak dan segala persoalan diselesaikan secara terintegrasi bersama-sama duduk mencari solusi dari segala permasalahan. Dan jika ini terjadi 2 atau 3 tahun ke depan daerah ini akan membawa perubahan yang besar," tegas Luhut.