Berita PKS

AMAN, Anugerah Bagi Bumi Maren

12 Jan 2018 | 16:19 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Wali Kota Tual Adam Rahayaan (PKS Foto)

Rabu (10/1/18) siang itu mendung. Ribuan orang berjalan kaki mengantar pemimpin mereka ke kantor KPU Kota Tual. Jalanan sepanjang 2 kilometer tak terputus. Sesak penuh manusia. Di sepanjang perjalanan, ribuan wajah itu saling menyemangati. Mereka teriakan yel-yel kemenangan. Ada asa, ada harapan, yang terpatri, disandarkan pada pemimpin mereka.

AMAN. Demikian akronim pasangan Calon Walikota Tual Adam Rahayaan dan Calon Wakil Walikota Usman Tamnge. Sepanjang perjalanan, ada aura kedekatan tak berbatas antara pasangan AMAN dan warganya.

Warga kota Tual memberi sambutan dengan sumringah. Sepanjang jalan, lambaian tangan dan senyum tulus tak henti ditampakkan warga. Adam, sang pemimpin membalas dengan wajah berseri. Parade massa yang demonstratif ini adalah sejarah. Sejarah bagi kota Tual tentunya.

Sebelum long march ke kantor KPU, ribuan massa memadati lapangan Lodar El Tual, menghadiri deklarasi. Bersamaan deklarasi, partai - partai pengusung secara resmi memberikan rekomendasi berbentuk form B1KWK kepada pasangan ini. Lapangan Lodar El terlihat sesak penuh manusia.

Pendukung AMAN berbondong dari berbagai penjuru kota Tual. Sebagian yang lain berasal dari desa-desa di pulau-pulau. Saya bertemu dengan pendukung dari Tayamdo Tam juga dari Pulau - Pulau Kur. "AMAN, lanjutkan", teriak mereka sambil melambaikan 5 jari, ciri khas salam AMAN.

Di acara deklarasi, pasangan AMAN didampingi oleh barisan partai koalisi. Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah barisan partai yang memberi rekomendasi. Pasangan ini juga diperkuat oleh PKPI dan Perindo.

Antusias warga kota Tual tak bisa dipungkiri. Seperti dituturkan dengan runut oleh Wakil Ketua Umum DPW PKS Maluku M. Suhfi Majid, Adam sebagai walikota saat ini telah menorehkan banyak prestasi kepemimpinan dalam waktu kurang dari 2 tahun kepemimpinan. Tepatnya 13 penghargaan di tahun 2017.

Adam dilantik menjadi Walikota sejak 23 Mei 2016 oleh gubernur Maluku. Menggantikan walikota Almarhum M. M. Tamher yang wafat. Dalam periode 2008 - 2016, mendampingi walikota kharismatik, Almarhum M.M. Tamher sebagai Wakil Walikota.

Dari 13 jenis penghargaan tersebut, penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif patut diacungi jempol. Penghargaan ini mensejajarkan Adam dengan Ridwan Kamil - Walikota Bandung, DR Mohamad Idris - Walikota Depok. Adam bersama Ridwan Kamil dan Mohamad Idris menerima penghargaan KDI bidang Lingkungan Hidup. Penghargaan yang disematkan oleh Koran Seputar Indonesia. Group MNC milik Herry Tanoe.

"Jika anda ke Tual berdiri di Jembatan Watdek, menghadapkan ke kiri dan kanan pesisiran rumah di pantai, terlihat rumah-rumah indah bercat dominan merah putih," ujar Suhfi. Adam, papar Suhfi, menyulap perkampungan di kiri-kanan jembatan watdek yang kumuh menjadi mempesona dan indah. Lingkungan di pemukiman menjadi menawan. Ide yang tentu tak banyak orang yang memilikinya.

Atas inovasi ini, Tual terpilih sebagai salah satu kota yang dianugerahi Indonesia Award 2017. Dengan program Tata Kelola Pembenahan Pemukiman Kumuh atau dengan julukan Kota Tual “KOTAKU” KOta TAnpa KUmuh.

Suhfi menjelaskan, Program ini berhasil dalam realisasi pembenahan rumah kumuh sebanyak 500 unit tahun lalu, tahun 2017. Sekarang wilayah perumahan tersebut terkenal di Kota Tual dengan nama Kampung Pelangi dan Kampung Merah Putih. Ini cukup menarik perhatian para turis domestik dan mancanegara. "Pemandangannya instagramable," ungkap dia.

Smart City Award 2017 (Kertas Cerdas) adalah prestasi lain yang diperoleh kota Tual. Penghargaan smart city dihelat oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi. Daftar prestasi dan apresiasi juga bertambah dengan penghargaan sebagai kota yang menerapkan Standard Pendidikan Minimal (SPM) bidang Pendidikan, Penghargaan Kota Pengendali Malaria, termasuk Penghargaan JKN - KIS Award dari BPJS Kesehatan.

Sentuhan kepemimpinan demikian serta kearifan kebijakan lainnya menempatkan mantan Guru TPQ ini menjadi sosok yang dekat dengan warganya. "Dan jika terlihat ribuan pendukung berbondong-bondong menghadiri deklarasi AMAN serta berarak mengantarnya ke KPU, situasi yang dapat dimaklumi," terang Suhfi.

Menurut Suhfi, Adam telah mengisi ruang hati masyarakat Tual. Keadaan yang lahir dari akumulasi karya kebaikan, dan sejarah pengabdian pemimpin. Ketika nilai mewujud, maka ujungnya adalah apresiasi. Kecintaan demikian bukanlah sesuatu yang diutarakan, namun pengakuan alamiah atas jejak-jejak kebaikan yang mengisi ruang - ruang hati hingga di ujung negeri. "Bagi saya, AMAN adalah anugerah bagi kota Tual, Bumi Maren," urai Suhfi.