Berita PKS

Aksi Bela Rohingya 169 Kumpulkan Donasi Lebih dari Rp 1,2 Miliar

19 Sep 2017 | 15:49 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta (19/9) - Aksi solidaritas dan penggalangan dana kemanusiaan untuk Rohingya yang digagas oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama lebih dari tiga puluh organisasi massa berhasil mengumpulkan sumbangan Rp 1,2 miliar lebih.

Koordinator Divisi Informasi dan Data Crisis Center for Rohingya (CC4R) PKS Dedi Supriadi menyatakan panitia butuh waktu 2 hari menghitung dana tersebut karena banyak dalam bentuk uang receh, baik kertas maupun logam.

"Alhamdulilah selain dalam bentuk mata uang rupiah ada juga dalam bentuk mata uang asing seperti dolar Amerika, Ringgit Malaysia, Riyal Arab Saudi, Dirham UEA dan Rupee India," terang Dedi.

Dedi melukiskan antusiasme massa dalam membantu warga etnik Rohingya, Myanmar, juga tercermin dalam bantuan spontan yang berupa perhiasan emas.

"Ada 21 buah perhiasan emas dalam berbagai bentuk yang saat ini masih dalam penaksiran nilai oleh Panitia," ujar Dedi yang juga Wakil Ketua Bidang Humas DPP PKS tersebut.

Seperti diketahui dalam aksi Bertajuk "Aksi Bela Rohingya 169", yang digelar Sabtu (16/9) lalu, massa yang hadir tak kurang dari seratus ribu orang berasal dari seputaran Jabodetabek. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes dan keprihatinan atas pembersihan etnik yang sedang terjadi terhadap warga Etnik Rohingya di Myanmar.

Berikut hasil perolehan penggalangan dana selama aksi, mata uang Rupiah sebesar Rp 1.205.283.000, mata uang asing yang terdiri dari 390 Riyal, 412 US $, 18 RM, 35 dirham UEA dan 10 Rupee serta 21 buah perhiasan emas.

Dedi menjelaskan seluruh hasil sumbangan dari peserta aksi dikelola oleh dua lembaga kemanusiaan yang berpengalaman turun di kamp-kamp pengungsian, baik di Bangladesh, Thailand, Malaysia atau yang masih di dalam negeri Myanmar sendiri.

"Kedua lembaga tersebut adalah Dompet Dhuafa dan PKPU yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar, atau AKIM," pungkas Dedi.